Dinas Pendidikan Dorong Penerapan Metode Praktik Baik Metode Membaca

  • 04 Agt 2026 02:57 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boven Digoel terus berupaya meningkatkan kemampuan literasi peserta didik melalui kegiatan Berbagi Praktik Baik Metode Membaca Berbasis Huruf Kapital dan Bentuk Visual yang secara resmi dibuka oleh Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boven Digoel, Emmanuel Wedo.

Kegiatan tersebut diikuti para kepala sekolah dan guru dari empat sekolah yang berada di wilayah terpencil, yakni SD Negeri Timka, SD Kalli Win, SD YPPK Anggai, dan SD YPPK Gentiri. Program ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk saling berbagi pengalaman dan strategi dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa, khususnya bagi anak-anak yang masih mengalami kesulitan mengenal huruf dan membaca.

Dalam sambutannya, Emmanuel Wedo menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap menunjukkan dedikasi tinggi meskipun bertugas di daerah yang jauh dari pusat kota. Menurutnya, semangat para pendidik merupakan modal utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Boven Digoel.

"Saya merasa bangga kepada sekolah-sekolah ini. Meskipun berada di wilayah yang jauh, semangat untuk memajukan pendidikan anak-anak tetap menyala. Tugas bapak dan ibu guru adalah membimbing anak-anak yang awalnya belum mengenal huruf hingga mereka mampu membaca dan berhitung dengan baik. Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, saya secara resmi membuka kegiatan berbagi praktik baik metode membaca berbasis huruf kapital dan bentuk visual ini," ujar Emmanuel Wedo ,Senin 3 Agustus 2026

Ia menjelaskan bahwa metode membaca yang diperkenalkan menggunakan huruf kapital berukuran besar dan media visual yang menarik sehingga lebih mudah dikenali serta dipahami oleh peserta didik. Pendekatan tersebut dinilai efektif membantu anak-anak mengembangkan kemampuan membaca secara bertahap dan menyenangkan.

Menurutnya, metode ini telah menunjukkan hasil yang positif di sejumlah sekolah. Bahkan, siswa yang sebelumnya masih mengalami kesulitan membaca meski telah duduk di kelas tinggi, mampu mengalami perkembangan yang signifikan setelah mendapatkan pendampingan menggunakan metode tersebut.

Emmanuel juga mengakui bahwa keterbatasan jumlah pengawas membuat pembinaan tidak dapat menjangkau seluruh sekolah secara maksimal, terutama yang berada di daerah terpencil. Karena itu, melalui kegiatan berbagi praktik baik ini diharapkan para guru dapat saling belajar, bertukar pengalaman, dan menerapkan metode yang sama di sekolah masing-masing.

"Jangan berkecil hati. Mari kita melangkah bersama menerapkan metode membaca berbasis huruf kapital dan bentuk visual ini agar anak-anak kita, di mana pun berada, dapat membaca dengan baik dan benar. Ke depan, praktik baik ini akan terus kami kembangkan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain di berbagai wilayah Kabupaten Boven Digoel," tambahnya.

Para peserta menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka berharap metode yang diperoleh dapat segera diterapkan di sekolah masing-masing sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi siswa, sekaligus mempercepat penuntasan persoalan anak yang belum lancar membaca di Kabupaten Boven Digoel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....