Bupati Boven Digoel Tekankan Lima Prioritas Pembangunan Strategis
- 29 Jul 2026 15:08 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL–Bupati Boven Digoel, Roni Omba, secara resmi membuka Forum Group Discussion (FGD) Pembangunan Strategis yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Boven Digoel, Selasa 28 Juli 2026. Dalam arahannya, Bupati menekankan lima prioritas strategis sebagai pedoman penyusunan kebijakan pembangunan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Saya memohon petunjuk dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa agar forum ini mampu menghasilkan rumusan kebijakan yang dapat diterapkan secara nyata dan berdampak bagi pembangunan daerah. Untuk itu, saya menyampaikan lima arahan utama kepada seluruh peserta," ujar Roni Omba saat membuka kegiatan.
Perencanaan Berbasis Data
Prioritas pertama yang disampaikan Bupati adalah pentingnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi dan berbasis data yang akurat. Ia meminta seluruh perangkat teknis menyusun dokumen perencanaan secara transparan, selaras dengan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua, serta didukung data yang valid hingga tingkat kampung.
"Setiap program harus ditopang oleh data yang valid. Jika datanya tidak jelas, maka perencanaan tidak akan tepat sasaran. Kita harus menghindari tumpang tindih program maupun kesalahan alokasi anggaran," kata Bupati Rony.
Penguatan Layanan Dasar
Pada poin kedua, Roni Omba menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun APBD harus difokuskan untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan hingga ke distrik dan kampung.
Ia meminta Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan sarana dan prasarana, obat-obatan, serta tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang tetap bertugas di wilayah terpencil dan perbatasan.
"Tenaga guru maupun tenaga medis harus tetap berada di lapangan melayani masyarakat, kecuali dalam kondisi tertentu yang mengharuskan penarikan ke kabupaten," ujarnya.
Pemberdayaan Ekonomi Orang Asli Papua
Prioritas ketiga berkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Bupati menegaskan bahwa pola pemberdayaan harus bergeser dari bantuan yang bersifat konsumtif menuju pendampingan usaha produktif yang berkelanjutan.
Ia mendorong perangkat teknis memfasilitasi pengembangan potensi unggulan lokal, pelatihan kewirausahaan, serta membuka akses pasar bagi pelaku usaha mikro OAP.
"Pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam membangun ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berdaya saing," katanya.
Penguatan Pengawasan dan Evaluasi
Pada poin keempat, Bupati meminta peningkatan sistem pengawasan, evaluasi, dan sinkronisasi pelaksanaan program pembangunan. Menurutnya, seluruh perangkat daerah harus memperkuat koordinasi agar pelaksanaan program berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Setiap perangkat harus memiliki laporan kinerja yang transparan, akuntabel, dan disampaikan tepat waktu. Dengan demikian, setiap kendala di lapangan dapat segera diidentifikasi dan ditangani," ujarnya.
Perkuat Kemitraan dengan BP3OKP
Sebagai poin terakhir, Roni Omba berharap kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dan BP3OKP terus diperkuat melalui pendampingan teknis, advokasi kebijakan, serta dukungan dalam pengawalan program dan anggaran dari pemerintah pusat.
"Kami berharap BP3OKP tidak hanya hadir dalam forum ini, tetapi juga terus mendampingi pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan wilayah perbatasan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat Boven Digoel," ucap Bupati Rony.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....