HAN ke-42, DP3A Ajak Lindungi Masa Depan Anak
- 28 Jul 2026 07:05 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Distrik Waropko. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak sebagai generasi penerus bangsa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Boven Digoel, Muhammad Iqbal Bahtiar, S.Kom, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan pengingat akan tanggung jawab bersama dalam memenuhi hak-hak anak.
"Dalam setiap tanggal 23 Juli, kita diingatkan kembali mengenai esensi pentingnya kehadiran anak-anak di kehidupan kita," ujarnya saat menyampaikan sambutan,kamis 23 Juli 2026.
Iqbal menjelaskan, peringatan HAN tahun ini mengusung tema "Sayangi Anak-Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan". Menurutnya, tema tersebut merupakan panggilan untuk melakukan aksi nyata demi mewujudkan masa depan anak yang lebih baik.
"Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah panggilan aksi nyata bagi kita semua, baik pemerintah, sekolah, masyarakat, maupun terutama orang tua sebagai lingkungan pertama bagi anak," katanya.
Ia menegaskan bahwa keluarga, khususnya orang tua, memiliki peran paling penting dalam membentuk karakter dan moral anak sejak usia dini. Karena itu, kasih sayang kepada anak harus diwujudkan melalui pemenuhan hak-hak dasar mereka.
"Peran orang tua menjadi dasar pembentukan karakter dan moral anak. Menyayangi anak berarti memenuhi hak dasar mereka. Anak-anak berhak hidup sehat, tumbuh dan berkembang dengan baik, memperoleh pendidikan yang layak, serta didengar suaranya," jelasnya.
Lebih lanjut, Iqbal mengingatkan bahwa tantangan perlindungan anak saat ini tidak hanya datang dari ancaman fisik, tetapi juga dari perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama memastikan anak-anak terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan dan penyalahgunaan teknologi.
"Tugas kita adalah memastikan ruang bermain dan ruang belajar anak terbebas dari ancaman digital yang saat ini semakin marak. Bukan hanya ancaman secara fisik, tetapi juga ancaman digital yang sangat berbahaya. Selain itu, anak-anak juga harus terlindungi dari perundungan atau bullying, eksploitasi, serta kekerasan fisik maupun verbal," tegasnya.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Distrik Waropko, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berharap kesadaran seluruh pihak terhadap perlindungan anak semakin meningkat. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak menuju masa depan yang berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....