Bupati Boven Digoel Tekankan Pentingnya Data, dan Kemandirian Ekonomi Kreatif

  • 26 Mei 2026 14:37 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL–Seminar Modeling Pembinaan dan Pengembangan Kelompok Ekonomi Kreatif Kabupaten Boven Digoel berlangsung di Gedung Miranti, Tanah Merah, Selasa (26/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Boven Digoel, Roni Omba menegaskan arah kebijakan pemerintah daerah yang berpihak kepada Orang Asli Papua melalui penguatan sektor ekonomi kreatif.

Bupati Roni Omba menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif. Berdasarkan regulasi itu, pelaku ekonomi kreatif merupakan perorangan, kelompok warga negara Indonesia, maupun badan hukum dan nonbadan hukum yang menjalankan usaha di sektor ekonomi kreatif.

Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga harus didukung oleh ekosistem yang saling terhubung, mulai dari proses kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, hingga konservasi.

“Ekosistem ini harus berjalan beriringan agar produk ekonomi kreatif memiliki nilai tambah, daya saing tinggi, mudah diakses, serta terlindungi secara hukum,” ujar Bupati Boven Digoel

Ia menjelaskan, ekonomi kreatif merupakan sektor yang bertumpu pada kreativitas, keterampilan, ide, pengetahuan, dan bakat sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama. Selain membuka lapangan pekerjaan, sektor ini juga dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Bupati, potensi ekonomi kreatif di Boven Digoel sangat terlihat pada subsektor seni budaya, musik, tarian, fesyen, hingga kuliner khas daerah. Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengapresiasi proses pendataan yang telah dilakukan terhadap sekitar 36 kelompok sanggar seni dan pelaku usaha ekonomi kreatif di Kabupaten Boven Digoel.

Ia menilai seminar tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi, meskipun para peserta berasal dari latar belakang organisasi dan pemahaman hukum yang berbeda-beda.

“Masukan dan saran dari peserta sangat kami harapkan agar program pemerintah yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat,” katanya.

Terkait dukungan pembiayaan, Bupati berharap jumlah kelompok binaan dapat terus bertambah dengan memaksimalkan pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus). Namun demikian, ia menekankan pentingnya keberlanjutan program agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.

“Sering kali program berjalan saat ada bantuan, namun berhenti ketika dukungan dicabut. Saya berharap kita tidak terus-menerus bergantung pada bantuan pemerintah. Segala bentuk dukungan harus dijadikan modal untuk berkembang secara mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa kondisi keuangan negara saat ini tengah menghadapi efisiensi anggaran. Meski demikian, ia memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Boven Digoel yang tetap aktif menyusun program strategis di tengah keterbatasan anggaran.

Selain itu, ia meminta adanya komitmen pendampingan teknis secara berkelanjutan melalui koordinasi rutin antarinstansi terkait. Kehadiran unsur pimpinan daerah dalam kegiatan positif seperti ini juga dinilai penting untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada masyarakat pelaku ekonomi kreatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....