O2SN 2026 Jadi Ajang Pencarian Bibit Atlet Berbakat di Boven Digoel
- 25 Mei 2026 06:46 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL–Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Boven Digoel resmi digelar di Tanah Merah. Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi sekaligus sarana strategis untuk menggali potensi, minat, dan bakat pelajar di bidang olahraga.
O2SN diikuti siswa jenjang pendidikan dasar dan menengah, mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK. Namun pada pelaksanaan kali ini, fokus kegiatan diarahkan pada peserta tingkat SD dan SMP.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boven Digoel, Aneke Fabiola, menjelaskan bahwa kompetisi dilaksanakan secara berjenjang, dimulai dari tingkat sekolah, distrik, hingga kabupaten.
“O2SN merupakan ajang kompetisi tahunan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI). Tujuannya bukan hanya mencari juara, tetapi menemukan bibit-bibit unggul di bidang olahraga maupun seni,” ujar Aneke,Sabtu 23 Mei 2025.
Menurutnya, peserta yang berhasil meraih prestasi terbaik di tingkat kabupaten akan dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi tingkat provinsi.
“Kompetisi yang kami laksanakan saat ini adalah tingkat kabupaten. Siswa yang memperoleh nilai tertinggi atau menjadi juara, khususnya juara satu, akan kami persiapkan untuk mengikuti tingkat provinsi,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu petunjuk resmi terkait jumlah peserta yang akan diberangkatkan ke tingkat provinsi.
“Biasanya yang diberangkatkan hanya juara satu dari setiap cabang, baik putra maupun putri. Namun jika ada aturan baru yang memperbolehkan juara satu dan dua ikut, maka keduanya akan kami kirim,” kata Aneke
Pada pelaksanaan O2SN 2026, tercatat sebanyak 14 sekolah berpartisipasi aktif. Terdiri dari sekitar enam SMP dari wilayah Kota Tanah Merah dan distrik sekitar seperti Mudik Tanah, Arimop, Iniyandit, serta Fofi. Sementara untuk tingkat SD, sebanyak delapan sekolah dasar di Kota Tanah Merah ikut ambil bagian.
Meski partisipasi sekolah dinilai cukup baik, pihak dinas mencatat keterlibatan siswa Orang Asli Papua (OAP) masih perlu ditingkatkan. Dalam pelaksanaan O2SN maupun Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) sebelumnya, peserta didominasi siswa non-OAP.
“Kita tahu anak-anak OAP memiliki potensi besar, bukan hanya di sepak bola, tetapi juga lari, lompat, renang hingga seni tari. Namun keterlibatan mereka masih kurang, salah satunya karena minim dukungan dari lingkungan keluarga,” ujar Aneke.
Pihaknya pun mengimbau seluruh sekolah agar lebih aktif membina dan melibatkan siswa OAP dalam berbagai kompetisi.
“Kami berharap sekolah-sekolah lebih giat membimbing dan memberi ruang bagi anak-anak OAP untuk ikut berkompetisi. Jangan sampai potensi mereka terabaikan karena kurang mendapat kesempatan,” tegasnya.
Ia menilai O2SN menjadi wadah penting untuk membuktikan bahwa keberhasilan siswa tidak hanya diukur dari prestasi akademik semata. Banyak siswa yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang olahraga maupun seni yang perlu mendapat perhatian dan dukungan.
Selain menjadi ajang kompetisi, O2SN juga dinilai membuka peluang masa depan bagi para siswa. Prestasi di tingkat provinsi maupun nasional dapat menjadi modal penting untuk melanjutkan pendidikan maupun pengembangan karier olahraga.
“Anak-anak kita tidak harus hanya berpikir menjadi pegawai negeri. Jika mereka berprestasi melalui ajang seperti ini, kemampuan mereka bisa dilihat dan dikembangkan ke jenjang yang lebih tinggi. Ini salah satu jalan untuk mempersiapkan masa depan mereka,” ujarnya.
Melalui O2SN 2026, diharapkan semakin banyak bibit atlet berbakat dari Boven Digoel yang mampu berkembang dan mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....