Masyarakat Boven Digoel Diminta Tanggap Hadapi Potensi Bencana
- 13 Mei 2026 06:05 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL–Pemerintah Kabupaten Boven Digoel mengimbau masyarakat agar lebih tanggap dan sigap dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah tersebut.
Kabupaten Boven Digoel memiliki kondisi geografis yang beragam, mulai dari dataran rendah, sungai besar, kawasan perbukitan, hingga hutan tropis. Kondisi tersebut membuat daerah ini memiliki potensi ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, serta bencana non-alam lainnya.
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, Jefri Hani Ishak Niharua, yang mewakili Bupati Boven Digoel pada kegiatan Sosialisasi Edukasi Kesiapsiagaan Bencana, menegaskan bahwa sosialisasi kebencanaan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait penanggulangan bencana, baik bencana alam maupun sosial.
“Saat terjadi bencana, bukan hanya BPBD yang bekerja, tetapi seluruh pihak harus terlibat, termasuk TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat,” ujar Jeffri,Selasa 12 Mei 2026
Ia juga menekankan pentingnya dukungan anggaran dalam penanggulangan bencana agar pemerintah daerah lebih siap menghadapi situasi darurat di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, peserta diminta mengikuti seluruh rangkaian sosialisasi dengan serius agar ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menghadapi situasi darurat.
Kegiatan sosialisasi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kebencanaan dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai ancaman bencana.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar penyampaian informasi, melainkan upaya membangun kesadaran bersama melalui komunikasi yang efektif, informasi yang jelas, dan edukasi berkelanjutan agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
“Dengan demikian, kita tidak hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga pada pencegahan dan mitigasi sejak dini,” katanya.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi ancaman bencana di wilayah Boven Digoel sesuai karakteristik daerah, sekaligus menyebarluaskan informasi mengenai langkah mitigasi, prosedur evakuasi, serta penanganan darurat yang tepat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat sehingga setiap individu memiliki kesiapan mental dan pengetahuan dalam menghadapi situasi darurat.
Pemerintah daerah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, mengurangi risiko bencana, serta melaporkan potensi bahaya secara cepat dan tepat. Peningkatan kapasitas kelembagaan daerah juga dinilai penting agar lebih responsif dan tanggap menghadapi berbagai ancaman bencana.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat Boven Digoel semakin tanggap dan sigap menghadapi potensi bencana. Edukasi yang diberikan diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Peserta sosialisasi juga diminta menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat luas, sehingga terbentuk budaya sadar bencana di Kabupaten Boven Digoel.
Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun ketahanan daerah terhadap bencana. Seluruh pihak diharapkan dapat terus berkolaborasi, tidak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga dalam upaya pencegahan dan mitigasi.
Dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kerja sama semua pihak, ancaman bencana diharapkan dapat diminimalisasi sejak dini sehingga Boven Digoel dapat menjadi daerah yang tangguh bencana di wilayah Papua Selatan.
“Sedia payung sebelum hujan. Melalui kegiatan ini, kita sedang menyiapkan perlindungan bersama agar masyarakat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana,” jelasnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....