Hardiknas ke-67, Kadis Pendidikan Boven Digoel Targetkan Penurunan Angka Tunaaksa

  • 05 Mei 2026 15:05 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL–Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 dimanfaatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boven Digoel untuk menegaskan komitmen peningkatan kualitas pendidikan, termasuk menekan angka tunaaksara di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boven Digoel, Moses Wandengge, menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini berlangsung lebih sederhana dibanding tahun sebelumnya, seiring adanya kebijakan efisiensi anggaran. Meski demikian, ia tetap bersyukur kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab satu atau dua orang, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan komitmen itu, kita berharap Kabupaten Boven Digoel bisa maju seperti daerah lain,” ujar Musa saat diwawancarai awak media,Selasa 5 Mei 2026

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang turut hadir dan mendukung peringatan Hardiknas.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, masih ditemukan sejumlah tenaga pengajar yang berlatar belakang pendidikan SMA. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya guru, Dinas Pendidikan telah mengambil langkah dengan memberikan kesempatan kepada para guru tersebut untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1) melalui dukungan dana otonomi khusus (Otsus).

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, sehingga mereka mampu kembali ke kampung-kampung dan memberikan pendidikan yang lebih berkualitas kepada anak-anak.

“Karena semua orang bisa mengajar, tetapi tidak semua bisa mendidik,” ujar Moses.

Di akhir keterangannya, Moses Wandengge mengungkapkan harapannya sebelum memasuki masa purnatugas, angka tunaaksara di Kabupaten Boven Digoel dapat mengalami penurunan signifikan.

“Target kami, yang saat ini berada di posisi 10 besar, bisa turun menjadi peringkat 7 atau 8. Karena berdasarkan data statistik Dinas Pendidikan, angka tunaaksara di daerah ini masih tergolong tinggi,” katasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....