Gerakan Pangan Murah Libatkan PKK dan Mama Papua, Prioritaskan Warga Kurang Mampu

  • 17 Mar 2026 17:11 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL–Gerakan pangan murah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, yakni Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026, yang digelar di Tribun Kantor Bupati Boven Digoel, Selasa (17/03/2026), turut melibatkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta mama-mama Papua yang menjual hasil bumi.

Sejumlah komoditas lokal yang dijual antara lain petatas, ubi, keladi, dan pisang. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boven Digoel, Felicita Margret Tuwok, menyampaikan rasa syukur atas kembali digelarnya kegiatan tersebut, yang merupakan bagian dari tugas pokok dinas dalam menjaga stabilitas pa ngan.

Ia menjelaskan, gerakan pangan murah merupakan program nasional yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Boven Digoel, dan pelaksanaannya akan dilaporkan ke pemerintah pusat.

Menurutnya, ketersediaan komoditas dalam kegiatan ini terbatas, sehingga penyaluran diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu.

“Utamakan masyarakat yang kurang mampu, sesuai dengan kemampuan daya beli mereka,” ujar Felisita,Selasa [17 Maret 2026]

Untuk beras, tersedia sekitar 3 ton. Pembelian dibatasi maksimal 10 kilogram atau dua sak per kepala keluarga. Pembatasan ini dilakukan untuk mencegah praktik pembelian dalam jumlah besar oleh pedagang yang kemudian dijual kembali.

Selain beras, bahan pangan lain seperti telur, minyak goreng, gula, dan tepung juga disediakan melalui kerja sama dengan distributor. Meski stok awal cukup, seluruh komoditas yang dijual habis dibeli masyarakat.

Dalam mekanisme pembelian, masyarakat tidak diwajibkan membawa KTP atau Kartu Keluarga. Sebagai gantinya, panitia membagikan kupon dan menerapkan sistem antrean dengan pembatasan waktu pelayanan, yakni pukul 09.00 hingga 12.00 WIT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....