Isu Siswa Meninggal Akibat MBG tidak Benar

  • 21 Feb 2025 05:10 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boven Digoel, Pilemon Tabuni menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai seorang siswa yang meninggal dunia akibat mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) adalah tidak benar atau hoaks. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap kabar yang sempat tersebar luas di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Ia membenarkan bahwa informasi tersebut memang sampai kepada dirinya. Namun pihaknya hingga saat ini belum mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut karena belum ada sumber resmi yang mengonfirmasi.

“Informasi yang beredar tentang meninggalnya siswa karena mengonsumsi makanan bergizi gratis adalah hoaks,” jelas Pilemon Tabuni, Kamis (20/2/2025).

Pilemon juga mengungkapkan bahwa hingga kini, pemerintah daerah Boven Digoel belum menjalankan program MBG. Dimana program yang dimaksud masih dalam tahap persiapan infrastruktur untuk melaksanakan program tersebut.

“Pemerintah daerah sedang melakukan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk mendata jumlah sekolah yang ada di wilayah ini sebagai persiapan program makanan bergizi gratis," tambahnya.

Selain itu, Sekda mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....