Apakah Kita Benar-Benar Memilih, atau Sekadar Dipengaruhi Algoritma?

  • 30 Apr 2026 07:07 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Setiap hari kita membuka media sosial, menonton video, membaca berita, atau berbelanja secara daring. Kita merasa semua itu adalah pilihan pribadi. Kita memilih apa yang ingin dilihat, dibaca, dan ditonton. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa pilihan itu mungkin tidak sepenuhnya datang dari diri kita sendiri?

Di balik layar, ada sistem yang disebut algoritma. Algoritma bekerja dengan cara mengamati kebiasaan kita: apa yang sering kita klik, video apa yang kita tonton sampai selesai, atau akun mana yang sering kita kunjungi. Dari data itu, sistem kemudian menampilkan konten yang dianggap paling sesuai dengan minat kita. Sekilas terlihat membantu, tetapi tanpa disadari, ia juga mengarahkan perhatian kita.

Masalahnya, algoritma tidak hanya menampilkan apa yang kita suka, tetapi juga membentuk apa yang kita suka. Ketika kita terus-menerus melihat jenis konten yang sama, otak mulai terbiasa dan menganggapnya sebagai sesuatu yang menarik. Lama-kelamaan, ruang pilihan kita menjadi lebih sempit tanpa kita sadari.

Hal ini membuat kita merasa bebas memilih, padahal pilihan tersebut sudah “disaring” terlebih dahulu. Misalnya, saat membuka media sosial, kita mungkin merasa bebas menggulir apa saja. Namun sebenarnya, apa yang muncul di layar sudah dipilihkan oleh sistem berdasarkan kebiasaan kita sebelumnya. Kita hanya memilih dari apa yang sudah disediakan.

Meski begitu, bukan berarti kita tidak memiliki kendali sama sekali. Kita masih bisa mengatur apa yang kita konsumsi dengan lebih sadar. Dengan mencoba hal baru, mencari sumber informasi yang berbeda, atau membatasi waktu penggunaan, kita bisa memperluas kembali ruang pilihan kita.

Dengan demikian, pertanyaannya bukan hanya apakah kita dipengaruhi algoritma atau tidak, tetapi sejauh mana kita menyadari pengaruh itu. Semakin kita memahami cara kerja sistem tersebut, semakin besar peluang kita untuk tetap menjadi pengambil keputusan yang sadar, bukan sekadar mengikuti arus yang sudah diarahkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....