Mengenal Panic Buying, Pembelian Berlebihan saat Rasa Panik Muncul

  • 31 Mar 2026 13:36 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Panic buying atau aksi borong barang secara berlebihan kerap terjadi saat masyarakat menghadapi situasi yang tidak menentu. Fenomena ini biasanya muncul ketika ada kekhawatiran terhadap kelangkaan barang, kenaikan harga, atau kondisi darurat tertentu. Akibatnya, masyarakat membeli kebutuhan dalam jumlah besar di luar kebiasaan.

Secara sederhana, panic buying merupakan perilaku konsumsi yang dipicu oleh rasa cemas dan ketidakpastian. Dalam kondisi normal, seseorang cenderung berbelanja sesuai kebutuhan. Namun, ketika muncul rasa takut kehabisan, pola tersebut berubah menjadi pembelian berlebih tanpa perhitungan matang.

Fenomena ini tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi nyata di lapangan, tetapi juga oleh persepsi yang berkembang di masyarakat. Informasi yang beredar, baik dari lingkungan sekitar maupun media, dapat memperkuat kekhawatiran sehingga mendorong orang untuk ikut-ikutan membeli dalam jumlah banyak.

Dampak dari panic buying cukup luas. Selain menyebabkan kelangkaan barang di pasaran, kondisi ini juga dapat memicu kenaikan harga dan mengganggu distribusi. Bahkan, masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa kesulitan mendapatkan barang karena stok sudah habis lebih dulu diborong.

Sikap bijak dalam berbelanja sangat diperlukan agar tidak terjadi panic buying, dengan tetap memperhatikan kebutuhan untuk menjaga ketersediaan barang tetap merata dan stabil di tengah berbagai situasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....