Belajar Diam Bersama Tuhan di Masa Pra-Paskah
- 11 Mar 2026 16:58 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Belajar diam bersama Tuhan menjadi salah satu ajakan rohani yang ditekankan kepada umat Kristiani selama masa Pra-Paskah. Melalui keheningan, umat diajak merenungkan kehidupan, menyadari dosa, serta memperdalam hubungan dengan Allah.
Belajar diam bukan sekadar berhenti berbicara, tetapi memberi ruang bagi hati untuk mendengar suara Tuhan. Melansir akun Instagram @imankatolik, manusia sering berdoa dengan banyak kata meminta, mengeluh, atau menjelaskan berbagai hal kepada Tuhan. Namun Masa Pra-Paskah justru mengajak umat untuk mempelajari sesuatu yang jarang dilakukan, yaitu diam di hadapan Tuhan.
Dalam Kitab Suci diceritakan bahwa Yesus sendiri kerap pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Ia melakukannya bukan karena tidak tahu harus berkata apa, melainkan karena dalam keheningan tersebut relasi dengan Bapa semakin diperdalam. Diam bukan berarti kosong, tetapi memberi ruang agar Tuhan berbicara dalam hati manusia.
Melalui keheningan, seseorang dapat mulai menyadari suara hati, melihat kembali perjalanan hidup, serta merasakan kasih Tuhan yang lembut. Masa Pra-Paskah menjadi kesempatan untuk mengurangi hal-hal yang berlebihan agar umat dapat mendengar suara Tuhan dengan lebih jelas.
Di tengah kehidupan modern yang penuh hiruk-pikuk, kebisingan media sosial, dan kesibukan sehari-hari, keheningan menjadi sarana rohani bagi umat untuk menata kembali prioritas hidup serta memperkuat iman.
Praktik ini dapat dilakukan melalui doa hening, meditasi Kitab Suci, maupun refleksi singkat sebelum atau sesudah aktivitas harian. Banyak paroki dan sekolah Katolik juga mengajarkan anak-anak untuk merenungkan perbuatan baik, menahan diri dari perilaku negatif, serta melatih kesabaran melalui latihan diam tersebut.
Belajar diam di masa Pra-Paskah juga membantu umat menjadi lebih peka terhadap sesama. Ketika hati tenang, seseorang lebih mampu mendengarkan orang lain, memahami penderitaan mereka, serta menumbuhkan empati.
Melalui praktik diam bersama Tuhan, umat diharapkan tidak hanya menjalani masa Pra-Paskah sebagai sebuah ritual, tetapi sungguh mengalami pembaruan iman. Keheningan menjadi jalan untuk mempersiapkan hati menyambut sukacita Paskah dengan iman yang lebih kuat dan hidup yang lebih bermakna.