Mengapa Ketupat Identik dengan Idul Fitri?
- 19 Feb 2026 09:09 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID,Boven Digoel : Ketupat telah lama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia. Kehadirannya bukan sekadar pelengkap hidangan Lebaran, melainkan juga sarat makna budaya dan simbolis.
Tradisi yang Berakar dari Jawa
Tradisi ketupat kuat dalam budaya Jawa dan kerap dikaitkan dengan dakwah para wali, khususnya Sunan Kalijaga. Dalam menyebarkan ajaran Islam, para wali menggunakan pendekatan budaya agar pesan agama lebih mudah diterima masyarakat. Ketupat kemudian menjadi salah satu media simbolik yang dipadukan dengan perayaan Idul Fitri.
Makna Simbolis Ketupat
Ketupat tidak sekadar makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman janur. Di balik bentuknya, tersimpan filosofi mendalam.
Istilah “ketupat” dalam tradisi Jawa sering dimaknai sebagai “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan. Makna ini sejalan dengan tradisi saling memaafkan saat Idul Fitri.
Anyaman janur yang rumit melambangkan beragam kesalahan manusia, sementara beras putih di dalamnya mencerminkan hati yang kembali bersih setelah saling memaafkan.
Tradisi Lebaran Ketupat
Di sejumlah daerah, masyarakat juga mengenal perayaan “Lebaran Ketupat” yang digelar sekitar sepekan setelah Idul Fitri. Tradisi ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan mengungkapkan rasa syukur.
Kesimpulan
Ketupat identik dengan Idul Fitri karena merupakan hasil perpaduan dakwah dan budaya lokal, memiliki makna simbolis tentang pengakuan kesalahan serta kesucian, dan telah diwariskan secara turun-temurun dalam tradisi masyarakat Indonesia.