Tambang Ancam Lingkungan, Aktivis Pepelingasih Sulsel Bersuara
- 17 Jun 2025 15:46 WIB
- Bone
KBRN, Sinjai: Aktivis lingkungan dari Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Sulawesi Selatan, Jumadil Asri, menyuarakan kekhawatirannya terhadap rencana operasional tambang di Kabupaten Sinjai. Ia menegaskan, segala bentuk aktivitas pertambangan berpotensi merusak alam dan lingkungan secara permanen.
“Ketika tambang mulai beroperasi, maka risiko kerusakan lingkungan akan meningkat. Mulai dari potensi longsor, rusaknya lahan produktif milik petani, hingga tercemarnya sumber mata air yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat,” ujarnya, Selasa (17/6/2025).
Jumadil menilai, keberadaan usaha pertambangan lebih banyak membawa dampak negatif dibandingkan manfaatnya. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah serta pemangku kebijakan agar meninjau ulang, bahkan mencabut izin usaha pertambangan (IUP) yang ada di wilayah tersebut.
“Tambang itu ibarat keuntungan sesaat dengan kerusakan jangka panjang. Kami ingin pembangunan berkelanjutan, bukan kehancuran yang ditinggalkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti potensi sumber daya alam Kabupaten Sinjai yang dinilai mampu menopang kehidupan masyarakat tanpa perlu eksploitasi tambang. Menurutnya, sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata sudah cukup potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
“Setiap kebijakan harus mempertimbangkan dampak jangka panjang, termasuk bagaimana limbah tambang dikelola. Jangan sampai alam rusak, masyarakat yang menanggung akibatnya,” tandasnya.