Hadirkan Miniatur Industri, SMKN 1 Bone Terapkan Teaching Factory
- 19 Sep 2026 12:46 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Kebutuhan dunia kerja bergerak sangat cepat. Jurusan atau materi yang diajarkan di sekolah pun harus sejalan dengan kebutuhan nyata di dunia usaha dan industri sehingga dapat relevan dengan kebutuhan industri. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai lembaga pendidikan formal dituntut melakukan pembaruan kurikulum agar keterampilan siswa tetap up to date dengan teknologi dan tren industri saat ini. Terlebih, SMK dirancang untuk mencetak generasi unggul yang siap kerja.
Kepala SMK Negeri 1 Bone, H. Syamsuddin, S. Pd., M. Pd. mengatakan Sekolah mengatasi kesenjangan antara kurikulum dan dunia kerja dengan mengimplementasikan program Link and Match bersama mitra industri. Strategi ini diwujudkan melalui sinkronisasi kurikulum, program magang guru, penyediaan guru tamu dari praktisi industri, serta penerapan Teaching Factory (Tefa) di sekolah.
“Dalam Tefa, kami menghadirkan miniatur industri di sekolah, jadi peralatan, sistem atau manajemen yang digunakan di industri itu, kita hadirkan juga di sekolah. Tefa itu penghasilan sambil belajar, atau belajar sambil berpenghasilan”, ujar Syamsuddin kepada rri.co.id, Sabtu, 19 September 2026.
Syamsuddin menjelaskan Tefa adalah model pembelajaran di SMK yang menggabungkan suasana sekolah dengan standar dan prosedur kerja Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). “Siswa akan membuat barang dan menyediakan jasa yang layak jual untuk memenuhi standar mutu pasar atau industri”, jelasnya.
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2015, Teaching Factory (Tefa) merupakan sarana produksi di sekolah yang dijalankan berdasarkan prosedur dan standar industri untuk menghasilkan produk sesuai dengan kondisi nyata industri, tanpa berorientasi mencari keuntungan. “Demi mendorong implementasi Tefa, SMKN 1 Bone mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk pengadaan peralatan dan seterusnya”, terang Syamsuddin.
Disamping itu, menurut Syamsuddin, SMKN 1 Bone juga telah memiliki program kelas industri, khusus untuk jurusan pemasaran. “Di kelas industri ini, kita bekerjasama dengan beberapa perusahaan yang bergerak di industri retail, misalnya Alfa Mart”, lanjutnya.
Lebih jauh dikatakan, seluruh siswa yang mengikuti kelas industri ini menggunakan kurikulum yang dirancang bersama selama 3 tahun. “Jadi setiap tahunnya, lulusan kami langsung terserap setelah selesai”, tambah Syamsuddin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....