Sebanyak 33 Siswa Lolos OMI Bone Ikuti Pembekalan Menuju Provinsi
- 16 Sep 2026 13:57 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone menggelar kegiatan pembekalan bagi 33 siswa yang berhasil lolos seleksi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten. Bertempat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Bone pada Rabu, 16 September 2026, para peserta hadir didampingi oleh para guru pendamping masing-masing.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Bone, H. Ahmad Yani, bersama Kepala Seksi Penmad, Rahman. Pembekalan tersebut dilaksanakan sebagai langkah awal untuk menyatukan visi seluruh pihak yang terlibat sebelum melangkah ke kompetisi tingkat yang lebih tinggi.
Agenda utama dari pertemuan ini adalah pembentukan Tim Satuan Tugas Pembinaan Peserta OMI Kabupaten Bone. Tim khusus ini dibentuk untuk mengawal proses persiapan para kontingen yang akan bertanding pada OMI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada 5–6 Oktober 2026 mendatang.
Kepala Seksi Penmad, Rahman, mengungkapkan bahwa 33 siswa ini berhasil menyisihkan ribuan kompetitor lainnya dari seluruh wilayah Bone. Sebanyak 12.823 peserta tercatat mengikuti seleksi ketat di tingkat kabupaten sebelum akhirnya menyaring para juara yang siap diberangkatkan ke provinsi.
Adapun rincian peserta yang mewakili Kabupaten Bone terdiri dari 6 siswa jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), 9 siswa jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 18 siswa jenjang Madrasah Aliyah (MA). "Kami hadirkan 33 siswa ini karena mereka terbaik dari yang terbaik untuk berlaga ke tingkat provinsi. Kami sangat berharap persiapan untuk tingkat provinsi, kita satu komando, kesepahaman bagaimana langkah kita ke provinsi," ujar Rahman.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kemenag Bone, H. Ahmad Yani, turut menyapa dan berinteraksi langsung dengan para perwakilan Bone. Ia mengapresiasi jam terbang para peserta, di mana hampir separuh dari mereka tercatat pernah memiliki pengalaman bertanding pada OMI periode sebelumnya. Menurutnya, pengalaman tersebut merupakan modal berharga untuk menghadapi lawan dari kabupaten lain.
H. Ahmad Yani menegaskan bahwa seluruh madrasah, baik negeri maupun swasta, memiliki peluang yang sama untuk meraih predikat juara. Ia juga memasang target tinggi agar pembinaan tidak sekadar berhenti di tingkat provinsi, melainkan mampu menembus hingga tingkat nasional.
Sebagai langkah konkret pembinaan berkelanjutan, Kemenag Bone membentuk tim pemantau perkembangan peserta serta membuka ruang tukar pengalaman antar guru madrasah, termasuk mengadopsi pola pembinaan dari sekolah berpengalaman seperti Athirah. Di akhir arahannya, ia berpesan agar para siswa memprioritaskan konsentrasi mereka pada materi lomba.
"Kurangi dulu mata pelajaran lain, difokuskan pada OMI," tegas H. Ahmad Yani memotivasi peserta agar tetap percaya diri membawa nama baik daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....