Embung Mappesangka Jadi Percontohan Pengelolaan Air saat Kemarau di Bone
- 15 Sep 2026 14:04 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Embung di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, mencuri perhatian karena berhasil mempertahankan ketersediaan air di tengah ancaman kemarau panjang dan fenomena El Nino. Keberhasilan ini membuat Pemerintah Kabupaten Bone terdorong untuk menjadikannya sebagai model percontohan pengelolaan sumber air daerah.
Kelebihan utama dari embung ini terletak pada sistem penyediaan airnya yang ramah energi. Sumber air diperoleh melalui mekanisme bor celup, yang kemudian dialirkan secara mandiri memanfaatkan sistem gaya gravitasi.
Dengan mengandalkan gravitasi, pasokan air tetap mengalir stabil dan dapat dimanfaatkan warga setempat meskipun cuaca ekstrem serta musim kemarau berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang. Model pengelolaan ini dinilai sangat relevan untuk diimplementasikan di wilayah-wilayah lain yang kerap menghadapi krisis air bersih maupun kekeringan lahan pertanian di Kabupaten Bone.
Selain menjamin ketersediaan pasokan air, skema sistem gravitasi terbukti efektif memangkas biaya operasional. Penggunaan mekanisme ini secara langsung mengurangi ketergantungan masyarakat dan pemerintah daerah terhadap pompa air serta konsumsi energi listrik.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman (AAS), mengapresiasi keberadaan embung tersebut. Menurutnya, inovasi sederhana seperti di Desa Mappesangka mampu menjadi jawaban nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang kian ekstrem.
"Ini yang kita mau jadikan percontohan. Bagaimana air tetap tersedia di tengah kemarau panjang dengan sistem yang sederhana, menggunakan bor celup dan gravitasi, tanpa harus bergantung pada pompa," ujar Bupati AAS, Selasa, 15 September 2026.
Bupati menambahkan bahwa pengelolaan sumber daya air ke depan harus diarahkan pada pendekatan yang efektif, hemat energi, serta berkelanjutan. Model di Mappesangka diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan harian masyarakat dan sektor pertanian setempat, tetapi juga dapat direplikasi di desa-desa lain yang memiliki topografi serupa.
"Kalau ada teknologi dan sistem yang bisa membuat air tetap eksis menghadapi El Nino, tentu ini harus kita dorong. Kita lihat potensinya, kita pelajari, lalu kalau memungkinkan dikembangkan di wilayah lain," pungkas Bupati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....