Bhabinkamtibmas dan TNI Pantau Hutan Cegah Karhutla

  • 28 Agt 2026 12:45 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID.BONE — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan di Kabupaten Bone. Bhabinkamtibmas Kelurahan Kahu Polsek Bontocani Polres Bone bersama pemerintah kelurahan dan TNI turun langsung memantau kawasan hutan di Lingkungan Ulu Bila, Kelurahan Kahu, Kecamatan Bontocani, Kamis 27 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan Bhabinkamtibmas Bripka Zauq Ichwan Sam, Lurah Kahu Andi Faisal, serta Babinsa Serma Laode Fajirin. Ketiganya menyusuri kawasan hutan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman dari potensi kebakaran.

Pemantauan dilakukan sebagai langkah preventif, terutama untuk mengantisipasi munculnya titik-titik rawan kebakaran di tengah kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko Karhutla.

Selain mengecek kondisi kawasan hutan, aparat juga mengamati sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi memicu kebakaran. Upaya ini diharapkan dapat membantu mendeteksi lebih awal apabila terdapat aktivitas atau kondisi yang membahayakan lingkungan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kahu, Bripka Zauq Ichwan Sam, mengatakan pencegahan Karhutla membutuhkan peran aktif seluruh pihak, termasuk masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan. Jangan membakar sembarangan karena api dapat dengan cepat merambat dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat,” ujar Zauq.

Ia menegaskan, pembakaran lahan maupun kebun secara sembarangan dapat menimbulkan dampak yang lebih luas. Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah terjadinya kebakaran.

Lurah Kahu, Andi Faisal, turut mengingatkan warga agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, keberadaan hutan harus dijaga karena memiliki peran penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat.

“Kami berharap masyarakat segera melaporkan kepada pemerintah kelurahan atau aparat apabila menemukan aktivitas pembakaran maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” katanya.

Sementara itu, Babinsa Serma Laode Fajirin menilai sinergi antara TNI, Polri, pemerintah kelurahan, dan masyarakat perlu terus diperkuat dalam upaya mencegah Karhutla.

“Dengan adanya pemantauan secara bersama-sama, potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani lebih cepat. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran yang dapat membahayakan kawasan hutan,” ujarnya.

Kegiatan pemantauan ini juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan koordinasi antara aparat serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan.

Melalui langkah pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama, masyarakat diharapkan semakin memahami bahaya Karhutla dan turut menjaga kawasan hutan Bone agar tetap lestari, aman, serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....