Kebakaran Terjadi di Lahan Kebun Tebu Pabrik Gula Arassoe Bone, Tak Ada Korban Jiwa
- 26 Agt 2026 20:17 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Kebakaran lahan melanda kawasan kebun tebu milik Pabrik Gula (PG) Arassoe di Desa Arassoe, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kobaran api pertama kali terlihat oleh warga sekitar pukul 12.30 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Babinsa Kodim 1407/Bone, personil Polri, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta masyarakat setempat langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk mengendalikan situasi.
Satu unit truk Damkar dikerahkan ke titik koordinat kebakaran untuk memadamkan si jago merah. Berkat kesigapan petugas dan bantuan warga sekitar, api berhasil dilokalisasi dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 13.20 WITA.
Pasiops Kodim 1407/Bone, Kapten Inf. Akhyar Budiman mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam peristiwa ini. Luas lahan kebun tebu yang terdampak dicatat kurang dari 1 hektare.
Penanganan cepat ini berhasil mencegah meluasnya polusi udara akibat asap kebakaran, sehingga warga sekitar dapat kembali beraktivitas dengan aman dan kondusif. "Seluruh rangkaian proses pemadaman selesai pada pukul 13.30 WITA dalam keadaan aman," ujarnya.
Sinergi antara aparat keamanan, tim damkar, dan masyarakat lokal terbukti menjadi kunci utama dalam memutus penyebaran api secara efisien. Kerja sama lintas sektor ini memastikan respon darurat dapat dilakukan hanya dalam hitungan menit sejak laporan pertama diterima.
" Ke depan, koordinasi dan patroli pemantauan wilayah rawan kebakaran akan terus ditingkatkan guna mengantisipasi kejadian serupa," pungkasnya.
Kesiapsiagaan bersama ini diharapkan dapat menjaga stabilitas lingkungan serta kenyamanan masyarakat di wilayah Kabupaten Bone. Menyikapi kejadian ini, pihak TNI dan aparat setempat mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu percikan api di area kebun maupun semak belukar.
"Warga juga diminta segera melapor jika melihat titik api sekecil apa pun agar dapat ditangani dengan cepat," pungkas Akhyar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....