Damkar Bone Catat 106 Kasus Kebakaran hingga Agustus 2026
- 26 Agt 2026 13:43 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone – Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Hingga Jumat pekan lalu pada Agustus, tercatat sebanyak 106 kejadian kebakaran yang terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Bone.
Kabid Pencegahan Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone, Ir. Akbar, ST., MT., mengatakan kondisi cuaca panas membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Berdasarkan paparan dari pertemuan bulan Maret kemarin bersama BMKG Sulsel hampir semua wilayah Bone merah.
Menurutnya, dalam teori kebakaran dikenal konsep segitiga api yang terdiri atas panas, oksigen, serta bahan atau material yang mudah terbakar. “Ketiga unsur ini sudah ada. Panasnya luar biasa, tinggal menunggu pemantik atau pemicu,” ujar Akbar saat berbincang bersama rri Bone, Rabu 26 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pemantik kebakaran dapat berasal dari berbagai aktivitas manusia yang dianggap sepele. Salah satunya adalah membuang puntung rokok yang masih menyala ke sembarang tempat. “Contoh misalnya ada bapak-bapak yang merokok, kemudian melempar puntung rokoknya masih menyala, itu sudah bisa menjadi pemantik,” jelas Akbar.
Akbar menyebut hampir seluruh wilayah Kabupaten Bone saat ini masuk dalam kategori rawan kebakaran. Kondisi tersebut mencakup 27 kecamatan, sehingga masyarakat di berbagai wilayah diminta tidak menganggap kebakaran hanya berpotensi terjadi di kawasan tertentu. “Kita tidak bisa menafikannya. Di semua tempat barangkali kita harus waspada,” katanya.
Menurut Akbar, tingginya potensi kebakaran juga dapat terlihat dari kejadian di wilayah yang kondisi udaranya relatif lebih dingin. Ia mencontohkan kebakaran pohon pinus yang terjadi di Malino. “Bayangkan di daerah kondisi yang dingin seperti Malino terjadi kebakaran pohon pinus. Jadi di semua tempat kita harus waspada,” ungkapnya.
Di sisi lain, masyarakat yang menghadapi kebakaran diminta tidak panik. Langkah pertama adalah tetap tenang dan segera menjauh dari lokasi menuju tempat aman atau titik kumpul. Masyarakat sekitar juga perlu segera diberi informasi agar dapat melakukan evakuasi, kemudian menghubungi posko pemadam kebakaran dan memberikan informasi lokasi secara jelas, tepat, serta lengkap.
Akbar menambahkan, respons cepat juga menjadi prioritas petugas pemadam kebakaran. Personel yang berjaga di posko dalam kondisi siap bersama kendaraan untuk segera bergerak ketika menerima laporan. “Kalau masuk telepon kebakaran, secepat mungkin. Teman-teman sudah siap standby semua, sudah lengkap dengan mobilnya, itu langsung bergerak,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....