Pemkab Bone Terjunkan Tim Satgas Merah Putih Awasi 22 SPBU
- 25 Agt 2026 10:42 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - TIM Satgas Merah Putih yang telah dibentuk Pemerintah Kabupaten Bone telah menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, Polri, hingga pihak kecamatan dan kelurahan untuk memantau langsung aktivitas pelayanan di 22 Organisasi Penyalur/Bahan Bakar Minyak (BPO) atau SPBU. Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi BBM berjalan optimal, adil, serta bebas dari praktik kecurangan maupun penimbunan.
Koordinator Tim Satgas Merah Putih, Andi Amran, mengungkapkan bahwa pengawasan menyeluruh ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Bone. Seluruh personel telah dibagi habis ke 22 titik lokasi guna memantau dinamika di lapangan secara seksama.
"Kita bagi habis. OPD itu kan ada beberapa, jadi kita bagi habis ke 22 titik. Selanjutnya dari TNI-Polri masing-masing juga membagi habis anggotanya ke lokasi untuk memantau sekaligus memastikan bahwa pelayanan berjalan sesederhana semestinya," ujar Andi Amran. Selasa 25 Agustus 2026.
Setiap titik pengawasan melibatkan camat, lurah, jajaran kepolisian, TNI, serta pejabat struktural dari OPD (kepala bidang hingga kepala seksi) dengan fokus pengawasan, Memastikan tidak ada antrean mengular, mencegah kecurangan pembelian menggunakan jeriken ilegal, serta memverifikasi kelayakan dokumen rekomendasi pembelian.
Dalam pelaksanaannya, kata Amran, petugas di lapangan dianjurkan mengedepankan pendekatan persuasif dan pembinaan. Tim tidak hanya mengawasi konsumen, tetapi juga memberikan pemahaman serta arahan langsung kepada pengelola SPBU agar mengutamakan kendaraan umum dan pribadi dibandingkan pengisian jeriken.
"Langsung kita berikan himbauan ke lokasi. Misalnya contoh kecil, jika kuota 40 liter, kita beri masukan kalau bisa diberikan 30 liter dulu agar masyarakat lain yang mengantre juga kebagian," jelas Andi Amran.
Ia juga menegaskan agar pihak SPBU bertindak tegas terhadap pembelian non-kendaraan. "Jangan layani dulu yang pakai jeriken kalau orang masih mengantre kendaraan. Kalaupun ada rekomendasi resmi, periksa baik-baik. Kami selalu berikan warning dan pemahaman kepada pengelola SPBU," kata Amran.
Selain pengawasan ketat, Satgas Merah Putih juga telah menggelar ruang diskusi bersama pihak SPBU dan PT Pertamina untuk mengurai kendala antrean panjang yang terjadi belakangan ini. Dari hasil inventarisasi masalah di lapangan, terungkap bahwa salah satu pemicu utama kelangkaan adalah berkurangnya suplai serta adanya indikasi oknum pembeli nakal.
Menanggapi laporan tim Satgas, pihak Pertamina menyatakan kesiapannya untuk menambah alokasi pasokan BBM secara temporer guna menstabilkan kondisi pasar.
"Tim di lapangan melapor bahwa persoalannya memang rumit karena pasokan kurang. Pihak Pertamina sudah merespon dan bersedia menambah pasokan untuk sementara waktu. Dengan pengawasan ketat saat pelayanan, insyaAllah distribusi BBM ke depan akan jauh lebih baik dan lancar," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....