Disiplin dan Kebersamaan Jadi Kunci Sukses Bone Choir
- 13 Agt 2026 21:39 WIB
- Bone
RRI.CO.ID,Bone - Membangun paduan suara dengan anggota yang memiliki karakter dan kemampuan berbeda membutuhkan lebih dari sekadar latihan vokal. Pendiri, Wakil Pimpinan sekaligus Coach dan Conductor Bone Choir, Mr. Yandi Pratama, S.Pd., M.M., Gr., menilai komitmen dari hati, kedisiplinan, serta kemampuan menekan ego menjadi fondasi utama untuk menghasilkan suara yang harmonis.
Mr. Yandi menjelaskan, setiap anggota memiliki kehidupan, pekerjaan, serta persoalan masing-masing. Karena itu, pendekatan yang diterapkan tidak selalu berupa ketegasan, tetapi juga membangun kedekatan agar anggota merasa memiliki kelompok tersebut.
Menurutnya, aturan dan kontrak memang diperlukan untuk menjaga komitmen. Namun, kedisiplinan tidak akan berjalan maksimal apabila seseorang tidak memiliki kemauan dari dalam dirinya sendiri. “Walaupun ada kontrak atau aturan, kalau komitmen dari hati tidak ada, itu akan sulit. Karena itu, saya berusaha membuat mereka merasa memiliki dan mencintai Bone Choir,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Kamis,13 Agustus 2026.
Ia juga membedakan sikap ketika berada dalam sesi latihan dengan kehidupan di luar latihan. Saat berlatih, setiap kesalahan harus dikoreksi secara profesional. Namun setelah latihan selesai, hubungan antaranggota tetap dibangun secara santai agar tidak muncul jarak antara pelatih dan peserta.
Mr. Yandi menilai perbedaan karakter justru menjadi tantangan terbesar dalam paduan suara. Setiap orang harus belajar mendengarkan suara orang lain dan tidak berusaha tampil sendiri.
Dalam komposisi vokal, terdapat empat kelompok utama, yakni sopran, alto, tenor, dan bass. Menurutnya, gangguan pada satu kelompok suara dapat memengaruhi keseluruhan komposisi sehingga tanggung jawab setiap anggota menjadi sangat penting.
“Paduan suara itu mengenal kebersamaan. Kalau mau sukses, suksesnya bersama-sama, tidak boleh sendiri. Saya juga tidak mungkin dikenal sebagai conductor yang hebat tanpa penyanyi yang hebat,” tutur Mr. Yandi.
Pola tersebut menjadi bagian dari proses panjang sebelum tampil dalam kompetisi internasional. Bagi Mr.Yandi, panggung hanya memperlihatkan hasil akhir, sedangkan perjuangan sesungguhnya berlangsung selama berbulan-bulan melalui latihan, evaluasi, pengendalian emosi, dan membangun rasa percaya di antara anggota.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....