Rumah Cerita 24 Bangun Literasi Anak lewat Dongeng

  • 10 Agt 2026 14:21 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone – Membangun literasi anak tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan membaca buku secara formal. Cerita dan dongeng dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan literasi sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat antara orang tua dan anak sejak usia dini.

Founder Rumah Cerita 24, Andi Anugrah Fahmi, mengatakan cerita bukan sekadar hiburan bagi anak, tetapi juga dapat menjadi media komunikasi yang membuat anak merasa didengar dan dihargai. Karena itu, bahan cerita atau dongeng dapat diangkat dari pengalaman yang dialami anak dalam kehidupan sehari-hari.

“Cerita bukan sekadar hiburan sebelum anak tidur, tetapi menjadi salah satu teknik komunikasi yang bisa membangun hubungan yang lebih erat antara orang tua dan anak,” ujar Andi Anugrah Fahmi atay yang lebih dikenal Kak Fahmi saat berbincang bersama RRI Bone dalam program Bincang Siang, Senin 10 Agustus 2026.

Menurutnya, orang tua dapat menjadikan pengalaman anak sebagai inspirasi dalam membuat dongeng. Misalnya, pengalaman anak ketika mengikuti kegiatan di sekolah, bermain bersama teman, mengikuti lomba, belajar hal baru, atau menghadapi persoalan sederhana dengan teman-temannya.

Pengalaman tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi sebuah cerita dengan menghadirkan tokoh dan alur yang dekat dengan kehidupan anak. Dengan begitu, anak dapat merasa bahwa cerita tersebut berkaitan dengan dirinya, bahkan bisa melihat pengalaman yang dialaminya hadir dalam sebuah dongeng.

Pendekatan tersebut juga menjadi salah satu cara agar anak merasa didengar. Ketika orang tua mengetahui dan memasukkan pengalaman anak ke dalam cerita, anak memiliki kesempatan untuk kembali menceritakan apa yang dialaminya, menyampaikan perasaannya, sekaligus belajar melihat suatu persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

“Melalui dongeng, kita bisa memperbaiki pola komunikasi sekaligus menumbuhkan kegemaran anak untuk bercerita dan membaca sejak dini,” katanya.

Kak Fahmi menambahkan, kegiatan bercerita juga dapat menjadi ruang bagi orang tua untuk menggali lebih banyak pengalaman anak. Pertanyaan sederhana seperti “Tadi di sekolah belajar apa?”, “Siapa teman yang bermain dengan kamu?”, atau “Apa yang paling menyenangkan hari ini?” dapat menjadi awal untuk menciptakan sebuah cerita.

Di tengah tingginya ketertarikan anak terhadap gawai, aktivitas mendongeng dapat menjadi alternatif untuk menghadirkan interaksi langsung antara orang tua dan anak. Selain menumbuhkan minat baca dan kemampuan berbahasa, cerita juga dapat membantu anak mengembangkan imajinasi, keberanian berbicara, serta memahami nilai-nilai positif.

Melalui Rumah Cerita 24, literasi anak diharapkan tidak hanya tumbuh melalui buku, tetapi juga melalui cerita yang dekat dengan kehidupan mereka. Dengan menjadikan pengalaman anak sebagai bagian dari dongeng, kegiatan literasi sekaligus dapat menjadi ruang bagi anak untuk merasa didengar, dipahami, dan dihargai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....