Pesantren Al-Ikhlas Pasar Wajo Gelar Workshop, Bahas Kompetensi Guru dan Santri
- 09 Agt 2026 21:56 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Penguatan kompetensi tenaga pendidik dan pengelolaan pesantren menjadi bahasan dalam Training and Workshop yang digelar Pondok Pesantren Al-Ikhlas Pasar Wajo, Kabupaten Buton pada Minggu,9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung, Dr. H. Muhammad Asriady, S.Hd., M.Th.I., CPSM, sebagai narasumber.
Pelatihan tersebut membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan pendidikan pesantren, mulai dari kemampuan komunikasi tenaga pendidik, pembentukan karakter santri, hingga tata kelola kelembagaan. Materi diarahkan untuk melihat bagaimana pesantren dapat menyesuaikan sistem pendidikan dengan kebutuhan santri dan perkembangan lingkungan pendidikan saat ini.
Salah satu materi yang disampaikan adalah Public Speaking for Teacher. Kemampuan berkomunikasi menjadi perhatian karena guru dan ustaz tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu menyampaikannya secara jelas dan mudah dipahami santri. Pola komunikasi yang kurang efektif dapat memengaruhi proses penyampaian pembelajaran di lingkungan pesantren.
Pembahasan lainnya berkaitan dengan konsep Santri Smart dan Sakti. Materi ini menempatkan pembentukan karakter sebagai bagian dari proses pendidikan santri. Selain kemampuan akademik dan keagamaan, santri diarahkan memiliki kemandirian, ketahanan mental, serta kemampuan menghadapi perubahan dan tantangan sosial di luar lingkungan pesantren.
Dr. H. Muhammad Asriady dalam pemaparannya juga menyoroti aspek manajemen pengelolaan pondok pesantren. Menurutnya, pengembangan lembaga pendidikan perlu ditopang sistem yang jelas, mulai dari administrasi, pengelolaan program, pengembangan kurikulum hingga pola kepemimpinan. “Pengelolaan pesantren perlu dibangun dengan sistem yang tertata agar proses pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
Persoalan tata kelola menjadi penting karena aktivitas pesantren tidak hanya berkaitan dengan proses belajar mengajar, tetapi juga mencakup pengelolaan tenaga pendidik, santri, administrasi dan program kelembagaan. Karena itu, peningkatan kapasitas pengelola perlu disertai evaluasi terhadap sistem yang telah berjalan agar perbaikan tidak hanya berhenti pada kegiatan pelatihan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan antarpengelola lembaga pendidikan Islam. Tantangan berikutnya adalah bagaimana materi yang diperoleh dalam pelatihan dapat diterapkan sesuai kondisi masing-masing pesantren, terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, karakter santri dan tata kelola kelembagaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....