Anak Mantan Buruh Ikan Raih Gelar Doktor di UMI Makassar

  • 09 Agt 2026 11:19 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Suasana haru menyelimuti Aula PJJ Lantai I Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sabtu, 8 Agustus 2026. H. Muslimin, S.E., M.M., resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Manajemen setelah melewati sidang promosi doktor dengan predikat pujian (cumlaude), memperoleh nilai 92,5 (A), serta mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yakni 3,99. Sidang yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Program Pascasarjana UMI, Prof. Dr. H. La Ode, dengan menghadirkan tim promotor yang terdiri atas Prof. Dr. Ramlawati, S.E., M.Si., Prof. Sherly, S.E., M.Si., dan Dr. A. M. Nur Alim, S.E., M.Si., serta penguji eksternal Prof. Dr. Buyung Sarita, S.E., M.S., Ph.D.

Dalam sidang tersebut, Muslimin sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul "Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Kompetensi Digital dan Keadilan Organisasi terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara melalui Kepuasan Kerja di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bone". Di balik toga kebesarannya, pencapaian akademis ini merupakan puncak dari perjalanan hidup yang panjang dan penuh liku. Muslimin merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara yang lahir dari keluarga sederhana di Bone, dengan orang tua mendiang Haji Mappe dan Hj. Muna.

Keterbatasan ekonomi membuat masa kecilnya diisi dengan kerja keras. Sebelum mengenyam pendidikan madrasah, ia pernah berjualan jagung dan langsat serta bekerja sebagai buruh ikan di pasar. Bahkan, ia sempat berhenti sekolah selama dua tahun karena kendala biaya dan memilih pergi melaut untuk menyambung hidup.

"Untuk mencapai daratan, seseorang harus terus mendayung sekalipun ombak tidak selalu bersahabat," ucap Muslimin. Sabtu, 8 Agustus 2026.

Perjuangan tersebut berlanjut saat ia duduk di bangku SMA. Setiap hari, Muslimin harus membagi waktu antara belajar dan bekerja sebagai buruh angkat di tempat pelelangan ikan di Sinjai. Salah satu titik terberat dalam hidupnya terjadi pada tahun 1998, di mana keluarganya bahkan pernah melewati hari tanpa sebutir pun beras ketika sang ibu baru saja melahirkan adik bungsunya yang kini menjabat sebagai Kepala Puskesmas Kajuara, Hastra Andita, S.ST.

Suasana sidang berubah menjadi sangat emosional ketika Muslimin menyampaikan pidato kelulusannya. Suaranya beberapa kali bergetar, hingga isak tangisnya pecah di hadapan para hadirin. Ia mendedikasikan gelar doktor tersebut untuk kedua orang tuanya yang telah berpulang. Dengan penuh haru, ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam yang diiringi doa agar ilmu yang diperolehnya dapat mengalirkan pahala bagi almarhum ayah dan ibunya.

Selain itu, apresiasi khusus juga ia sampaikan kepada sang istri tercinta, Hj. Nur Sugiartung, serta kedua anaknya, As-Siddiq Al-Farezi dan Asyifa Putri Musyirah, yang telah mendampingi, berkorban, dan memberikan dukungan moral di balik layar selama proses penyusunan disertasinya.

Bagi Muslimin, kelulusan ini bukanlah garis akhir atau sekadar pencapaian prestisius semata, melainkan sebuah tanggung jawab moral yang lebih besar bagi masyarakat. "Gelar doktor bukanlah puncak untuk meninggikan diri. Gelar ini adalah amanah baru, tanggung jawab moral, dan utang pengabdian," tegasnya.

Mengakhiri pidatonya, Muslimin membagikan pesan inspiratif bagi siapa saja yang tengah berjuang melawan keterbatasan. Ia membuktikan bahwa latar belakang sederhana, pekerjaan kasar di masa lalu, maupun jalan hidup yang berliku tidak akan pernah mampu menghalangi seseorang untuk menggapai mimpi, asalkan dibarengi dengan kejujuran, ketekunan, dan doa yang tidak pernah putus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....