Pemkab Bone Bagikan 700 Pompa Air Demi Atasi Kekeringan Pertanian

  • 08 Agt 2026 11:58 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, mengambil langkah cepat menghadapi ancaman musim kemarau dengan mendistribusikan sekitar 700 unit pompa air kepada petani di berbagai wilayah Kabupaten Bone. Bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini disiapkan dalam berbagai ukuran, yakni 3 inci, 4 inci, hingga 6 inci, guna menyesuaikan kebutuhan pengairan di lapangan.

Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan lahan pertanian tetap dapat berproduksi secara optimal di tengah minimnya curah hujan. Menurut Bupati Andi Asman, musim kemarau tidak boleh menjadi alasan bagi para petani untuk menghentikan aktivitas pertanian.

Andi Asman mengatakan Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat terus berkomitmen menghadirkan solusi konkret guna menjaga produktivitas dan kesejahteraan petani. "Pompa ini kita distribusikan untuk membantu petani menghadapi musim kemarau. Harapannya, meskipun kondisi kering, kegiatan pertanian tetap berjalan dan produktivitas petani tetap terjaga," tegas Andi Asman.

Ia menyebut ketersediaan air merupakan faktor penentu utama keberhasilan produksi pertanian di Kabupaten Bone. "Melalui distribusi ratusan pompa air ini, pemerintah berharap akses petani terhadap sumber air semakin luas sehingga ancaman gagal panen dapat diminimalkan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah," ujarnya. Jumat, 7 Agustus 2026.

Melalui dukungan alat mesin pertanian ini, para petani di Bone diharapkan mampu melewati musim kemarau dengan lebih siap dan tangguh. Pemerintah daerah menilai bahwa setiap tetes air yang dialirkan ke lahan pertanian merupakan kunci utama dalam menjaga keberlangsungan penghidupan masyarakat tani serta memastikan roda perekonomian daerah tetap berputar.

Selain penyaluran pompa air, Dinas Pertanian setempat juga terus mengawasi pemanfaatan bantuan agar tepat sasaran dan langsung dirasakan oleh kelompok tani yang paling membutuhkan. Sinergi yang kuat antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan para petani di lapangan diyakini menjadi benteng pertahanan terbaik dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....