Bidan Puskesmas Paccing Ajak Ibu Sukseskan ASI Eksklusif Cegah Stunting

  • 03 Agt 2026 14:14 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone – Peringatan Pekan ASI Sedunia yang berlangsung pada 1–7 Agustus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak. Bidan Terampil Puskesmas Paccing, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Ardianti.S, Amd.Keb, mengajak para ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

“ASI adalah makanan terbaik bagi bayi karena mengandung nutrisi lengkap dan antibodi alami yang tidak dapat digantikan oleh makanan atau minuman lain. Selain mendukung pertumbuhan, ASI juga berperan besar dalam mencegah stunting dan meningkatkan daya tahan tubuh bayi,” kata Ardianti kepada RRI.CO.ID Senin 3 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, kandungan protein, lemak, vitamin, mineral, serta asam lemak esensial seperti DHA, omega-3, dan omega-6 di dalam ASI sangat penting untuk menunjang pertumbuhan fisik sekaligus perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak. Menurutnya, komposisi ASI juga akan menyesuaikan secara alami dengan kebutuhan bayi sesuai tahapan usianya.

Ardianti menambahkan, kolostrum atau ASI pertama yang keluar setelah persalinan memiliki kandungan imunoglobulin A (IgA) yang berfungsi melindungi saluran pencernaan bayi dari infeksi. Bayi yang memperoleh ASI eksklusif juga memiliki risiko lebih rendah mengalami diare, infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, hingga gangguan alergi.

Untuk menjaga produksi ASI tetap optimal, ia menyarankan ibu menyusui bayi sesering mungkin, sedikitnya delapan hingga dua belas kali dalam sehari. Posisi pelekatan bayi juga harus benar agar proses menyusui berjalan efektif. Selain itu, ibu dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta melakukan pijat laktasi bila diperlukan.

Menurut Ardianti, beberapa bahan pangan seperti daun katuk, daun kelor, kacang-kacangan, oatmeal, telur, ikan, daging tanpa lemak, dan kurma dapat menjadi pilihan menu yang membantu mendukung produksi ASI. Namun, ia menegaskan bahwa pola makan bergizi seimbang dan kondisi psikologis ibu tetap menjadi faktor utama dalam keberhasilan menyusui.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan suami dalam mendukung proses menyusui. Bentuk dukungan tersebut dapat berupa membantu merawat bayi, berbagi pekerjaan rumah, menyiapkan makanan bergizi, hingga memberikan motivasi kepada istri agar tetap percaya diri memberikan ASI eksklusif. “Ibu yang merasa didukung akan lebih tenang sehingga hormon oksitosin bekerja lebih baik dan produksi ASI menjadi lebih lancar,” ujarnya.

Melalui peringatan Pekan ASI Sedunia tahun ini, Ardianti berharap semakin banyak keluarga di Kabupaten Bone memahami bahwa keberhasilan pemberian ASI eksklusif merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung ibu menyusui demi melahirkan generasi Bone yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....