SDN 24 Macanang Bone Siap Terapkan Pembelajaran Bahasa Inggris

  • 29 Jul 2026 13:44 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone – SDN 24 Macanang, Kabupaten Bone, menyatakan kesiapan dalam menerapkan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar seiring kebijakan pemerintah melalui Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 yang diperkuat dengan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025. Regulasi tersebut menetapkan Bahasa Inggris mulai diterapkan sebagai mata pelajaran wajib di SD secara bertahap pada tahun ajaran 2027/2028.

Guru dan Pembina Ekstrakurikuler Bahasa Inggris SD Negeri 24 Macanang, Nastang, S.Pd., menjelaskan bahwa dalam penerapan kebijakan tersebut, pembelajaran Bahasa Inggris akan diampu oleh guru kelas. Menurutnya, sejak Kurikulum 2013 tidak lagi terdapat guru mata pelajaran Bahasa Inggris khusus di jenjang sekolah dasar, sehingga guru kelas didorong memiliki kemampuan berbahasa Inggris.

“Pada masa Kurikulum KTSP memang ada guru Bahasa Inggris khusus. Namun pada Kurikulum 2013 sudah tidak ada lagi. Sekarang melalui Kurikulum Merdeka, Bahasa Inggris kembali diajarkan sehingga guru kelas harus memahami Bahasa Inggris,” ujar Nastang saat menjadi narasumber dialog di RRI Bone, Rabu, 29 Juli 2026.

Lebih lanjut dikatakan, SDN 24 Macanang optimistis dapat menjalankan kebijakan tersebut. Selain didukung media pembelajaran yang semakin lengkap, semangat para guru untuk mengembangkan kemampuan mengajar Bahasa Inggris juga dinilai sangat baik. “Insya Allah, kalau di SDN 24 Macanang kami siap menerapkan. Tahun ini media pembelajaran sudah lengkap dan kemauan teman-teman guru juga luar biasa,” katanya.

Nastang mengungkapkan, pembelajaran Bahasa Inggris di SDN 24 Macanang sebenarnya telah berlangsung dan diberikan kepada siswa mulai kelas III. Dalam proses belajar mengajar, guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran, termasuk video edukasi dari YouTube, sehingga materi lebih mudah dipahami dan suasana belajar menjadi lebih menarik bagi peserta didik.

Ia berharap penerapan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar dapat meningkatkan kemampuan berbahasa asing siswa sejak dini tanpa mengabaikan penguatan literasi dan karakter. Menurutnya, dukungan sarana, peningkatan kompetensi guru, serta kolaborasi seluruh warga sekolah menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kebijakan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....