Bahasa Asing Perlu Disesuaikan Dengan Cita-Cita Anak
- 27 Jul 2026 19:49 WIB
- Bone
RRI.CO.ID,Bone – Pemilihan bahasa asing yang dipelajari anak sebaiknya disesuaikan dengan minat, bakat, dan rencana masa depan, sehingga pembelajaran memiliki arah yang jelas dan memberikan manfaat jangka panjang. Pandangan tersebut disampaikan Direktur Grace (Greenfield Language College), dan juga Aktivis Pendidikan, Ms. Ariani Grace, M.Pd., C.MT., CNLPP.
Menurut Miss Aryani, bahasa Inggris tetap menjadi fondasi utama karena berfungsi sebagai bahasa internasional. Namun, bahasa lain seperti Mandarin, Arab, Jepang, maupun Prancis dapat dipelajari sesuai kebutuhan pendidikan dan profesi yang ingin ditekuni anak.
Ia mencontohkan, anak yang bercita-cita menekuni dunia bisnis dapat mulai mempelajari bahasa Mandarin, sedangkan yang ingin memperdalam studi keislaman dapat memperkuat kemampuan berbahasa Arab.
"Orang tua perlu memproyeksikan masa depan anak. Bahasa yang dipelajari harus mendukung cita-cita dan bidang yang ingin mereka tekuni," katanya saat dikonfirmasi RRI.co.id, Senin,27 juli 2026.
| Baca juga: Cara Menikmati Libur Sekolah bagi Warga Bone |
Meski demikian, Ms. Aryani mengingatkan agar orang tua tidak memaksakan semua anak menguasai banyak bahasa. Setiap anak memiliki potensi yang berbeda sehingga pendekatan pembelajaran harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Ia juga menilai pengenalan bahasa asing tidak boleh mengabaikan penguasaan bahasa Indonesia maupun bahasa daerah. Menurutnya, identitas budaya tetap harus dipertahankan seiring meningkatnya kemampuan anak berkomunikasi secara global.
Selain itu, Ms. Aryani mendorong masyarakat untuk tidak lagi menganggap kemampuan berbahasa asing hanya dimiliki kalangan tertentu. Akses belajar yang semakin luas membuat setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kompetensinya.
Ia berharap semakin banyak keluarga di Kabupaten Bone menjadikan pendidikan bahasa sebagai investasi jangka panjang agar generasi muda mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....