Misteri CCTV DPRD Bone Belum Terjawab

  • 25 Jul 2026 16:19 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Keberadaan kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi dugaan penganiayaan yang dilaporkan seorang staf Sekretariat DPRD Bone terhadap Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, hingga kini belum diketahui secara pasti. Pasalnya, Sekretaris DPRD (Sekwan) Bone, Andi Muchlis, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi mengenai kondisi maupun fungsi CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut terjadi di kantin DPRD Bone yang berada di kompleks Kantor DPRD Bone, Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat. Dari pantauan, di lokasi kejadian, Jumat (24/7/2026) di sekitar lokasi itu, tepatnya di bagian luar masjid dalam DPRD Bone yang letaknya berdekatan dengan kantin, terlihat terpasang satu unit kamera CCTV.

Keberadaan kamera tersebut menjadi perhatian karena diduga dapat membantu mengungkap kronologi peristiwa yang kini tengah ditangani Satreskrim Polres Bone. Untuk memastikan kondisi CCTV tersebut, Tribun-Timur.com mendatangi Kantor Sekretariat DPRD Bone dan berupaya menemui Sekwan DPRD Bone, Andi Muchlis.

Namun, saat didatangi pada jam kerja, Andi Muchlis tidak berada di ruang kerjanya. Upaya konfirmasi juga dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp sejak dugaan insiden tersebut mencuat ke publik.

Hingga berita ini diterbitkan, Andi Muchlis belum memberikan tanggapan atas pertanyaan yang diajukan. Sebelumnya, Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, membantah tudingan telah melempar bosara berisi kue ke wajah maupun botol ke arah pelapor dalam peristiwa yang dilaporkan ke Polres Bone.

Klarifikasi tersebut disampaikan Andi Tenri Walinonong saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (23/7/2026). Dalam keterangannya, ia meminta agar informasi mengenai kejadian tersebut dikonfirmasi langsung kepada para saksi yang berada di lokasi.

"Waalaikum salam. Langsungmaki sama saksi untuk lebih jelasnya karena takutnya keterangan yang saya berikan tidak sesuai fakta di TKP, k' tabe," tulis Andi Tenri Walinonong.

Ia menegaskan, berdasarkan versinya, tidak ada insiden pelemparan bosara ke arah wajah maupun pelemparan botol ke badan pelapor. Menurutnya, benda yang dilempar saat itu diarahkan ke tanah sebagai bentuk luapan kekesalan, bukan kepada pelapor.

"Pada intinya tidak ada insiden pelemparan bosara di wajahnya Yuli dan pelemparan botol di badannya. Semua itu tidak benar karena pada saat itu saya melemparkan ke arah tanah sebagai bentuk kekesalan," ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas laporan dugaan penganiayaan yang telah dilayangkan seorang staf Sekretariat DPRD Bone ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone. Sebelumnya, Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, dilaporkan ke Kepolisian Resor (Polres) Bone atas dugaan penganiayaan terhadap seorang staf Sekretariat DPRD Bone.

Laporan tersebut diajukan oleh seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial PW bersama YNS di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone, Jalan Jenderal Yos Sudarso, Watampone, Rabu (22/7/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan peristiwa itu terjadi di lingkungan Sekretariat DPRD Bone.

Namun, kronologi lengkap kejadian masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian. Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengaku pelapor sementara melakukan visum di Rumah Sakit Umum Tenriawaru Bone.

"Iya, dari tadi Polres untuk melapor tapi pihak Polres suruh untuk visum dulu. Ini sementara melakukan visum," ujarnya.

Sementara YNS selaku pelapor dipanggil oleh Ketua DPRD Bone ke kantin yang berada di lingkungan kantor DPRD Bone. Menurut pengakuannya, sesaat setelah tiba di lokasi, dirinya diduga mengalami tindakan kekerasan.

"Ketua DPRD Bone memanggil saya ke kantin. Setelah sampai di kantin, satu bosara berisi kue dihamburkan ke arah muka saya. Setelah itu saya disiram air ke wajah, dilempar botol, dan dilempar botol sambal," kata YNS.

Merasa menjadi korban, YNS kemudian memutuskan menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan kejadian tersebut ke Polres Bone. Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelapor belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai detail laporan maupun dugaan pasal yang dilaporkan.

Sementara itu, pihak Polres Bone juga belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut maupun langkah penanganan yang akan dilakukan. Di sisi lain, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong yang dimintai klarifikasinya, tak mau banyak berkomentar.

Ia hanya meminta wartawan menghubungi Anti, seorang staf DPRD lainnya. Anti disebut-sebut adalah pihak yang mengadu ke Ketua DPRD hingga memicu kemarahannya.

"Konfirmasi mki sama Anty ki, janganmi sama saya," tulis singkat Andi Tenri Walinonong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....