Atasi Kemarau di Lahan Persawahan, Pemkab Pinrang Terjunkan Mobil Tangki Air

  • 24 Jul 2026 20:11 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Pinrang - Pemerintah Kabupaten Pinrang memperketat strategi mitigasi dampak musim kemarau panjang dan fenomena El Nino yang melanda sektor pertanian. Pemkab Pinrang mengerahkan armada mobil tangki khusus untuk menyuplai pasokan air langsung ke areal persawahan yang tak lagi terjangkau jaringan irigasi.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Pinrang, Bachrumsyah, menyatakan penyiapan armada ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menekan potensi kerugian petani. Langkah intervensi ini difokuskan pada lahan-lahan yang memasuki fase krusial pertumbuhan.

"Ini adalah salah satu dari berbagai upaya yang kami lakukan untuk meminimalkan dampak kekeringan. Harapannya, tanaman yang masih membutuhkan air tetap dapat dipertahankan hingga masa panen," kata Bachrumsyah Kamis, (23/7/2026).

"Setiap unit mobil tangki yang dikerahkan memiliki kapasitas tampung hingga 5.000 liter air. Armada darurat ini bertugas mendistribusikan suplai air ke titik-titik persawahan yang mengalami krisis air parah, tetapi tanamannya dinilai masih memiliki potensi besar untuk diselamatkan dari ancaman gagal panen, "tambahnya.

Dikatakan, agar penyaluran bantuan tepat sasaran, Dinas SDABK menjalin koordinasi ketat dengan pemerintah kecamatan, desa, hingga kelompok tani setempat. Pemetaan lokasi dilakukan secara presisi sebelum armada tangki bergerak membagi air ke petak-petak sawah warga.

Bachrumsyah juga mengungkapkan bahwa penyediaan armada tangki air ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid. Bupati meminta seluruh jajaran dinas memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal guna menopang sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Langkah darurat penyaluran air lewat mobil tangki ini diharapkan mampu menjaga produktivitas padi masyarakat di tengah kondisi cuaca ekstrem. Pemkab Pinrang menargetkan tingkat kegagalan panen dapat ditekan seminimal mungkin agar stabilitas stok pangan daerah tetap terjaga. Melalui kombinasi penanganan teknis dan distribusi darurat ini, Kabupaten Pinrang berupaya mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama di Sulawesi Selatan selama musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....