Cegah Gagal Panen, Bupati Pinrang Genjot Langkah Pompanisasi

  • 24 Jul 2026 20:10 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Pinrang - Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid meninjau langsung lahan pertanian yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Kamis, (23/7/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat akibat menyusutnya pasokan air irigasi teknis di daerah yang menjadi salah satu lumbung pangan daerah tersebut.

Dalam peninjauan lapangan itu, Irwan menyambangi sejumlah titik terdampak yang cukup parah. Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Tadokkong di Kecamatan Lembang, Desa Buttusawe di Kecamatan Duampanua, serta Desa Salipolo yang berada di Kecamatan Cempa.

Menurunnya pasokan air secara drastis di wilayah-wilayah tersebut dipicu oleh merosotnya debit air Bendungan Benteng. Padahal, bendungan ini merupakan muara sekaligus sumber utama distribusi irigasi teknis bagi sebagian besar areal persawahan di Kabupaten Pinrang.

Guna mencegah ancaman gagal panen yang mengintai para petani, Pemerintah Kabupaten Pinrang mengandalkan optimalisasi pompanisasi sebagai langkah darurat penanganan di lapangan. Berbagai alternatif pendistribusian air juga disesuaikan dengan kondisi geografis setiap wilayah terdampak.

Di hadapan para petani yang ditemuinya, Irwan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengerahkan seluruh sumber daya demi menyelamatkan sektor pertanian. Langkah ini dinilai krusial demi menjaga keberlanjutan mata pencaharian warga lokal.

"Kita akan terus berupaya semaksimal mungkin agar lahan pertanian masyarakat tetap mendapatkan suplai air. Yang kita jaga bukan hanya tanamannya, tetapi juga keberlangsungan ekonomi para petani dan ketahanan pangan daerah," ujar Irwan di lokasi peninjauan.

Irwan turut menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah terkait untuk terus bersiaga dan berada di lapangan. Dinas teknis diminta bergerak cepat memetakan serta mengeksekusi titik-titik krusial yang membutuhkan bantuan armada pompa dan pasokan air darurat.

Selain penanganan teknis, Irwan mengimbau para petani untuk memperkuat rasa kebersamaan dan mengedepankan pembagian air secara bijaksana. Pola gilir air yang adil dinilai penting agar seluruh lahan pertanian tetap teraliri sekaligus mencegah potensi gesekan antarpetani selama musim kemarau panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....