Sinjai Utara Dikepung Banjir Akibat Hujan Lebat, Warga Sebut Ini Terparah
- 19 Jul 2026 14:22 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Sejumlah ruas jalan protokol di Kecamatan Sinjai Utara kembali terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu dini hari, 19 Juli 2026. Meski wilayah tersebut sudah menjadi langganan banjir tahunan, warga menyebut banjir kali ini merupakan yang terparah karena debit air yang meluap jauh lebih besar hingga masuk dan merendam permukiman.
Genangan air dilaporkan mulai naik dan membanjiri akses jalan serta permukiman sejak pukul 02.30 WITA. Akibatnya, aktivitas transportasi warga lumpuh total di sejumlah jalur utama.
Beberapa titik yang terendam meliputi Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Persatuan Raya, Jalan Tondong, Jalan Dr. Hamka, Jalan Baso Kalaka, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Abdul Latif, Jalan Bhayangkara, Jalan Bulu Lohe, Jalan Krakatau, hingga Jalan Manimpahoi.
Titik banjir terparah terpantau berada di Jalan Tondong dan kawasan Alun-alun Sinjai Bersatu, yang mengakibatkan arus lalu lintas di lokasi tersebut lumpuh total. Dampak banjir besar tahun 2026 ini juga merambah ke sejumlah fasilitas penting daerah diantaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai di Jalan Jenderal Sudirman, Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sinjai di Jalan Persatuan Raya serta Masjid Agung Nujumul Ittihad.
Bagi warga Sinjai Kota, banjir di beberapa ruas jalan utama sebenarnya merupakan persoalan klasik yang kerap berulang. Namun, luapan air kali ini dirasakan jauh lebih masif dan meluas hingga ke dalam bangunan rumah.
Adil, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kawasan Jalan Tondong, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Persatuan Raya memang sudah menjadi langganan banjir setiap kali curah hujan tinggi. Meski demikian, ia menilai kondisi hari ini adalah yang terburuk.
"Memang selalu langganan banjir di Jalan Tondong, Jenderal Sudirman, dan Jalan Persatuan Raya. Tapi kayaknya ini yang paling parah karena baru kali ini air sampai masuk ke tempat saya," keluh Adil saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, dampak yang paling menyulitkan pasca banjir adalah proses pembersihan material yang tertinggal. "Yang susah itu nanti setelah air surut, harus membersihkan sisa-sisa banjir dan lumpur yang tebal," tuturnya.
Berdasarkan pantauan hingga pagi hari, genangan air di beberapa ruas jalan utama dilaporkan mulai berangsur surut sekitar pukul 07.00 WITA. Warga kini mulai membersihkan rumah dan tempat usaha mereka dari sisa lumpur akibat banjir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....