Kenali Lima Faktor Pemicu Perceraian
- 09 Jul 2026 17:48 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Kasus perceraian di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menunjukkan angka yang cukup memprihatinkan sepanjang semester pertama tahun 2026. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Pengadilan Agama Watampone, tercatat sebanyak 649 kasus perceraian telah terregistrasi sejak periode Januari hingga Juni 2026.
Dari total ratusan kasus perceraian yang terdaftar, fenomena keretakan rumah tangga ini didominasi oleh perkara cerai gugat. Artinya, mayoritas runtuhnya bahtera rumah tangga di wilayah Kabupaten Bone justru didominasi oleh gugatan yang diajukan oleh pihak istri.
Menyikapi fenomena ini, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mare, Suriyanti mengungkapkan penyuluh agama dituntut untuk memberikan bimbingan sebelum pernikahan demi terwujudnya ketahanan keluarga dan tidak berakhir dengan perceraian. “Melihat tren ini, kami sebagai penyuluh merasa bimbingan kami belum berhasil”, ungkap Suriyanti saat menjadi narasumber dalam program dialog interaktif Bincang Siang di RRI, Rabu, 8 Juli 2026.
Berbagai penelitian mengkonfirmasi buruknya komunikasi menjadi penyebab utama yang sering kali memicu keretakan yang fatal sebelum akhirnya berujung di pengadilan. “Sebanyak 43 persen angka perceraian disebabkan oleh komunikasi yang didasari perbedaan prinsip,” jelas Suruyanti.
Suriyanti menambahkan, kegagalan dalam membangun komunikasi yang sehat membuat perbedaan kecil di antara pasangan suami istri dengan cepat membesar. Ketika ego masing-masing pihak lebih mendominasi, solusi atas perbedaan prinsip tersebut pun menjadi semakin sulit untuk ditemui.
Selain faktor komunikasi, data internal dari Kantor Urusan Agama juga memetakan beberapa pemicu utama lainnya yang tidak kalah signifikan. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah masalah ekonomi, suami/istri yang ditinggalkan tanpa kabar, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), hingga maraknya kecanduan judi online.
“Kelima faktor itu kemudian berkembang memicu faktor-faktor lain yang semakin memperburuk konflik dalam sebuah rumah tangga. Misalnya, ikut campur mertua, atau pun tidak transparan dalam hal finansial,” ujar Suriyanti di akhir dialog.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....