Pasca Iduladha 1447 H, Harga Sejumlah Komoditas di Bone Mulai Turun

  • 03 Jun 2026 12:18 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Pasca perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Harga sejumlah komoditas pangan utama, khususnya jenis cabai dan tomat, dilaporkan mulai mengalami penurunan yang cukup signifikan. Proses stabilisasi harga ini membawa angin segar bagi para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di daerah tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone, Muhammad Rusdi, mengonfirmasi tren positif ini. Berdasarkan pantauan per 2 Juni 2026 di pasar tradisional Palakka, beberapa komoditas esensial mencatatkan penurunan harga berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram dibandingkan dengan masa puncak menjelang Iduladha lalu.

"Alhamdulillah, pasca-lebaran kurban ini grafik harga pangan mulai berangsur turun. Penurunannya bervariasi, berkisar di angka lima ribu hingga sepuluh ribu rupiah per kilogramnya," ujar Muhammad Rusdi. Rabu, 3 Juni 2026.

Salah satu penurunan yang paling mencolok terjadi pada komoditas cabai merah besar. Sebelum Iduladha, harganya sempat melambung tinggi hingga menyentuh angka Rp70.000 per kilogram. Namun saat ini, masyarakat sudah bisa membelinya dengan harga Rp60.000 per kilogram, atau mengalami penurunan sebesar Rp10.000.

Kondisi serupa juga terjadi pada cabai merah keriting. Komoditas yang kerap menjadi buruan utama untuk bumbu dapur ini juga mengalami pemerosotan harga sebesar Rp10.000. Dari harga sebelumnya yang cukup memberatkan konsumen, kini cabai merah keriting stabil di angka Rp60.000 per kilogram.

Selain cabai merah, penurunan harga juga terjadi pada komoditas cabai rawit dan tomat. Harga tomat di pasaran saat ini melandai ke angka Rp15.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat bertengger di harga Rp20.000 per kilogram. Sementara itu, kestabilan juga mulai terlihat pada pasokan cabai rawit yang kini menyentuh harga Rp50.000 per kilogram.

Menurut Muhammad Rusdi, pemicu utama di balik penurunan harga ini adalah berkurangnya permintaan masyarakat pasca-lebaran, yang otomatis membuat harga dari pihak pemasok ikut turun. Kondisi tersebut diperkuat oleh melimpahnya pasokan yang masuk ke pasar, sehingga harga jual tertekan, pasar kembali seimbang, dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....