Sekolah Rakyat Bone Siap Putus Rantai Kemiskinan

  • 17 Jun 2026 08:34 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak. Saat ini, pembangunan fisik Sekolah Rakyat telah mencapai sekitar 75 persen dan berlokasi di kawasan Rompe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, dengan luas lahan mencapai 8,9 hektare.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bone, Nurhudaya, S.P., M.Si., mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan melalui sektor pendidikan. Program tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas pendidikan.

“Kenapa Sekolah Rakyat penting hadir di Kabupaten Bone? Karena kita tahu sebagian masyarakat kita masih berada pada level miskin dan miskin ekstrem. Persyaratan untuk masuk Sekolah Rakyat ini berada di desil 1 dan desil 2, yaitu kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem,” ujar Nurhudaya dalam program Bincang Siang RRI Bone Selasa, 16 Juni 2026.

Menurutnya, Sekolah Rakyat hadir untuk menjangkau masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses pendidikan akibat kondisi ekonomi dan sosial. Melalui pendidikan yang berkualitas, para siswa diharapkan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bersaing di dunia kerja pada masa mendatang.

Nurhudaya menjelaskan, sasaran utama program ini memang diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Namun demikian, masyarakat yang secara faktual tergolong miskin tetapi belum tercatat dalam kategori tersebut tetap berpeluang menjadi peserta didik setelah melalui proses verifikasi lapangan.

“Ketika dilakukan home visit dan ditemukan bahwa mereka memang tergolong miskin atau miskin ekstrem, tetapi berada di luar desil 1 dan 2, maka dapat melampirkan surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan setempat. Jadi tidak ada masalah selama kondisi mereka sesuai fakta di lapangan,” katanya.

Saat ini, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat masih memanfaatkan fasilitas di kawasan Balai Latihan Kerja (BLK) Bone. Ke depan, seluruh aktivitas pendidikan akan dipusatkan di kompleks Sekolah Rakyat yang sedang dibangun di Rompe. Nurhudaya berharap program tersebut mampu melahirkan generasi yang sukses, memperbaiki perekonomian keluarga, serta berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bone.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....