Pergeseran Minat Pembaca Muda Dorong Peningkatan Buku Digital

  • 26 Mei 2026 14:21 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Maraknya konten-konten short video di berbagai platform media sosial turut memberikan dampak terhadap pembaca buku. Fenomena itu memicu kehadiran budaya instan yang serba singkat dan cepat.

Penulis, Dr. Shabiel Zakaria, S.Pd., M.Pd. menuturkan budaya instan membuat pembaca lebih memilih langsung membaca resume buku saja. “Padahal kami ini sebagai penulis ingin meluangkan semua ide dalam riset-riset kami agar pembaca membacanya utuh”, tutur Shabiel kepada rri.co.id, Selasa, 26 Mei 2026.

Shabiel menjelaskan hanya membaca sebagian isi buku dapat membuat pembaca tidak memaknai secara utuh ide penulis sehingga dapat terjadi pergeseran makna tulisan. “Itu yang kami lihat, tapi ini tidak terjadi termasuk bagi pembaca yang mampu membaca sampai selesai atau utuh”, jelasnya.

Saat ini, peningkatan ebook dan audiobook hadir sebagai opsi lain bagi pembaca. Menurut Shabiel, meski demikian itu tak lantas membuat real book (buku fisik) mati atau ditinggalkan.

Buku digital, ungkap Shabiel justru dapat menjadi media promosi sehingga mendorong real book lebih cepat dikenal oleh masyarakat. “Kita bisa perkenalkan buku-buku yang kita terbitkan, yang kita tulis lewat digital dulu”, lanjutnya.

Melalui sebuah riset, ia menyebutkan buku-buku digital cenderung lebih disukai oleh anak-anak muda karena lebih praktis, sedangkan untuk usia 35 ke atas lebih memilih buku fisik. “Karena kelemahan mata mereka tidak mampu lagi berlama-lama menatap layar gadget”, tambah Shabiel.

Kata Shabiel, menariknya, negara maju seperti Finlandia sudah mulai meninggalkan gadget sebagai media pembelajaran. Hal yang sama juga terjadi di Jepang yang bahkan menginstruksikan untuk tidak terlalu aktif menggunakan handphone, warganya memilih membaca dan membawa buku fisik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....