Inovasi Petani Muda Bone: Manfaatkan Smart Farming untuk Pertanian Modern

  • 07 Sep 2026 08:00 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone Minat generasi muda terhadap sektor pertanian cenderung rendah karena petani sering dianggap sebagai pekerjaan berat dan kurang menjanjikan secara finansial. Padahal, keterlibatan petani muda sangat penting demi menjaga regenerasi serta memajukan sektor pertanian agar lebih modern dan berkelanjutan.

Terlebih pada era saat ini, konsep pertanian modern atau smart farming menjadikan teknologi sebagai inti keberhasilan. Tanpa integrasi antar-teknologi, konsep tersebut hanya akan menjadi kumpulan alat canggih yang terpisah dan tidak dapat bekerja secara optimal.

Petani Muda Bone, Burhanuddin, S.P., menilai sektor pertanian menyimpan peluang besar sekaligus menjadi panggilan hidup untuk menjalani gaya hidup yang lebih tenang dan bermakna. "Sektor pertanian bisa sangat menjanjikan, jadi sangat membutuhkan regenerasi petani muda”, jelasnya kepada rri.co.id, Minggu, 6 September 2026.

Burhanuddin menambahkan, pertanian merupakan sektor mendasar yang menjaga ketahanan masyarakat. Menurutnya, tanpa ketersediaan pangan, masyarakat tidak akan mampu bertahan. "Sudah saatnya anak muda turun ke sawah dan menjadi bagian dari perubahan karena rata-rata petani kita sudah lanjut usia”, ujar Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Lamellong tersebut.

Ia kini mengembangkan penerapan teknologi pertanian cerdas dalam program Mannennungeng: Smart Hydro Loop yang diinisiasi oleh Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin. "Selain didampingi secara teknis, terutama smart farming menggunakan AWD IoT, kami juga dihubungkan dengan instansi terkait yang dapat mendukung usaha tani di desa kami”, ungkapnya.

Burhanuddin menyebut, respons masyarakat dan para petani sangat antusias menyambut program tersebut. Mereka mendapatkan wawasan baru mengenai teknologi berbasis Internet of Things (IoT), yang berdampak pada meningkatnya kesadaran terhadap pertanian modern dan terintegrasi.

Ia pun berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan program demi mendorong kesejahteraan dan kemandirian petani lokal. "Petani muda juga dilatih menjadi teknisi perakitan alat smart AWD IoT agar dapat menjadi petani yang inovatif dan mampu memanfaatkan teknologi," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....