Orkestra Hijab Pertama Indonesia Lahir dari Pesantren Bone

  • 23 Mei 2026 12:32 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone — Pendiri Orkestra Santri Al-Ikhlas Bone, Dr. Sn, Ichsan, S. Pd, M. Sn menyebut kelompok musik binaannya menjadi orkestra santri hijab pertama dan satu-satunya di Indonesia yang seluruh personelnya merupakan perempuan berhijab dari lingkungan pesantren. Menurutnya, kehadiran orkestra tersebut bukan sekadar wadah seni, tetapi juga ruang pembinaan karakter, disiplin, dan kepercayaan diri bagi para santri.

Dr. Ichsan menjelaskan, membangun orkestra dengan seluruh personel perempuan berhijab memiliki tantangan tersendiri. Selain menjaga kualitas musikalitas, proses latihan juga harus tetap memperhatikan nilai-nilai kesopanan dan budaya pesantren yang dijunjung tinggi. Bahkan, pola komunikasi antara pelatih dan pemain turut diatur agar tetap menjaga adab dan kenyamanan seluruh personel.

“Ini bukan hanya soal musik, tetapi bagaimana seni bisa berjalan berdampingan dengan nilai-nilai pesantren. Pelatih juga harus menjaga batas dan etika saat mendampingi para santri,” ujarnya.

Ia menuturkan, perjalanan Orkestra Santri Al-Ikhlas Bone tidak selalu mudah. Selain membangun kemampuan teknik bermusik, para pembina juga harus memahami karakter para personel yang mayoritas masih remaja. Menurutnya, suasana hati atau mood pemain sering menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga konsistensi latihan dan kekompakan tim.

“Karena semua personelnya perempuan, tentu pendekatannya juga berbeda. Kadang ada yang kurang semangat, ada yang sedang tidak percaya diri, sehingga pelatih harus lebih sabar dan memahami kondisi mereka,” ujarnya kepada RRI.CO.ID, Sabtu 23 Mei 2026.

Meski demikian, berbagai tantangan tersebut justru menjadi kekuatan tersendiri bagi Orkestra Santri Al-Ikhlas Bone. Dengan konsep yang unik dan berbeda, kelompok ini mulai dikenal luas dan telah tampil di berbagai kegiatan dan event, seperti pada ajang Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional di Kabupaten Wajo. Selain itu, mereka juga tampil pada peringatan Hari Santri Nasional di Jakarta, konser lintas agama, hingga pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Sul-Sel 2026.

Keberadaan Orkestra Santri Al-Ikhlas Bone juga dinilai menjadi bukti bahwa santri perempuan mampu berprestasi di bidang seni tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai keislaman. dr. Ikhsan berharap, orkestra tersebut dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi pesantren lain di Indonesia untuk memberi ruang kreativitas bagi para santri perempuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....