Ustd. Muh. Irham: Maulid Nabi Bukan Sekadar Peringatan Tahunan
- 21 Agt 2026 13:52 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone – Pimpinan Pusat Ikatan Dai Muda Indonesia, Dr. H. Muhammad Irham, M.Th.I., mengajak umat Islam menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sarana memperkuat kecintaan dan keteladanan kepada Rasulullah sepanjang masa, bukan sebatas peringatan tahunan. Pesan tersebut disampaikan dalam program Mutiara Pagi Berjaringan Sekorwil IV, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurut Muhammad Irham, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial yang berlangsung setiap bulan Rabiul Awal. Momentum tersebut perlu menjadi pengingat agar umat terus memperbarui kecintaan kepada Rasulullah dan menerapkan nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Filosofi sebuah peringatan bukan hanya diperingati sekali setahun, tetapi menjadi momentum untuk mencari dan memotivasi diri agar selalu mengingat peristiwa-peristiwa penting, terutama agar cinta kita kepada Nabi selalu tumbuh,” ujar Muhammad Irham.
Ia menilai, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW perlu diwujudkan secara konsisten melalui kebiasaan yang mendekatkan umat kepada ajaran dan keteladanan Rasulullah. Salah satunya dengan memperbanyak shalawat dan mendoakan Nabi sebagai bentuk ekspresi kecintaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Muhammad Irham juga menekankan pentingnya meluruskan pemahaman mengenai makna berbagi dalam peringatan Maulid. Menurutnya, kegiatan berbagi makanan atau hidangan dalam momentum Maulid perlu disertai niat yang tepat, sehingga tidak semata-mata dipandang sebagai kegiatan sosial, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Minimal ada dua cara supaya kita dikatakan bermaulid sepanjang masa. Pertama, rajin dan memperbanyak hadiah shalawat serta kiriman Al-Fatihah kepada Nabi. Kedua, menghadiahkan sesuatu kepada Nabi sebagai bentuk kecintaan kita,” jelasnya.
Ia berharap peringatan Maulid tidak hanya menghasilkan kemeriahan sesaat, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku umat. Menurutnya, esensi Maulid terletak pada bagaimana kecintaan kepada Rasulullah diterjemahkan menjadi akhlak, kepedulian, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Program Mutiara Pagi Berjaringan tersebut dipandu Eny Adnan dan disiarkan melalui sejumlah satuan kerja RRI di kawasan Indonesia Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....