Pemkab Bone Genjot Prospek Bandara Arung Palakka
- 19 Mei 2026 11:56 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlangsungan konektivitas udara di Sulawesi Selatan. Langkah ini dibuktikan dengan partisipasi aktif Pemkab Bone dalam rapat koordinasi evaluasi subsidi penerbangan Tahun Anggaran (TA) 2026 dan persiapan subsidi untuk TA 2027.
Pertemuan strategis ini dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Prov Sulsel, Ishak Iskandar, didampingi Kepala Biro Kesra, Andi Munawir. Rapat digelar di Ruang Rapat Toraja Room, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kota Makassar, pada Selasa, 19 Mei 2026. Hadir langsung dalam rapat tersebut Wakil Bupati Bone DR. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., M.M., Pj. Sekda Bone Hj. Andi Tenriawaru, SP., M.Si., Kepala Dinas Perhubungan Bone Andi Syamsul Mursyad, S.STP, M.Si., serta Kepala UPBU Kelas III Arung Palakka Bone dan pemangku kepentingan sektor transportasi udara dari Kabupaten Bone dan Kabupaten Selayar.
Kehadiran jajaran tinggi Pemkab Bone ini menjadi bukti keseriusan daerah dalam menjaga aksesibilitas udara, yang dinilai berdampak besar pada mobilitas warga dan roda ekonomi daerah. Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk mendongkrak jumlah penumpang dan memudahkan akses ke bandara.
"Langkah kami ke depan yakni menyiapkan dua kendaraan operasional, rencananya masing-masing di Bandara Arung Palakka Bone dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Ini agar mobilitas masyarakat maupun ASN yang melakukan perjalanan dinas menjadi lebih mudah dan terintegrasi," ujar Andi Akmal.
Andi Akmal juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Sulsel atas bantuan subsidi penerbangan ini. "Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur beserta jajaran. Konektivitas ini memudahkan masyarakat saling mengunjungi dan mendorong ekonomi. Kami berharap dengan penambahan runway di Bandara Arung Palakka, akan semakin banyak investor yang masuk ke Bone," tambahnya.
Apresiasi terhadap potensi penerbangan di Bone juga datang dari pihak maskapai. Komisaris PT Surya Mataram Nusantara (Fly Jaya), Ady Iktimal Shihab, mengaku takjub dengan performa keterisian penumpang di Bone, meski maskapainya tergolong baru beroperasi sejak Juli 2025.
"Kami salut karena rute Bone–Morowali justru performanya lebih baik dibanding Makassar–Morowali berdasarkan hasil evaluasi kami," ungkap Ady.
Namun, Ady memberikan catatan terkait minimnya transportasi lanjutan dari bandara. Ia mengusulkan adanya integrasi angkutan moda seperti armada Damri. "Kami mengusulkan adanya layanan kendaraan seperti Damri dengan rute Bone dan Wajo. Sebab warga Wajo juga memanfaatkan Bandara Bone. Kehadiran transportasi lanjutan ini akan menjadi daya tarik kuat bagi masyarakat," jelasnya.
Potensi besar Bone sebagai daerah dengan konektivitas terbaik di Sulsel diperkuat oleh paparan Direktur Niaga Fly Jaya, Ary Mercianto. Ia mengungkapkan bahwa menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, tingkat pemesanan tiket pesawat menuju Bone mengalami lonjakan yang sangat signifikan.
Sejumlah rute gemuk mencatatkan angka keterisian (booking) yang fantastis, Kendari – Bone: Mendekati 97%. Balikpapan – Bone: Mendekati 97%. Morowali – Bone: Mendekati 97%. Tingginya okupansi ini menjadi indikator positif bahwa Bandara Arung Palakka Bone semakin diminati dan memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan, khususnya pada momentum mudik hari besar keagamaan.
Selain mengevaluasi performa rute, diskusi tersebut juga mengupas sejumlah poin krusial untuk keberlanjutan penerbangan ke depan, di antaranya, Keterbatasan anggaran subsidi penerbangan Pemprov Sulsel TA 2026. Rumusan solusi bersama untuk terus meningkatkan keterisian penumpang (load factor). Kesiapan skema berbagi anggaran (sharing cost) antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sesuai MoU yang telah disepakati. Persiapan matang pelaksanaan subsidi penerbangan untuk Tahun Anggaran 2027.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....