Penyuluh Agama Bone Dibekali Ilmu Public Speaking dan Konten Kreator

  • 03 Mei 2026 21:11 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Ratusan Penyuluh Agama Islam dari 14 kecamatan di Kabupaten Bone memadati Aula Kantor Kemenag Bone pada Minggu, 3 Mei 2026. Kehadiran mereka bertujuan untuk mengikuti pelatihan Public Speaking dan Konten Kreator yang diinisiasi oleh pengurus Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bone.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, ini dirancang untuk membekali para penyuluh dengan kemampuan komunikasi yang terstruktur dan menarik di media sosial. H. Ali Yafid menekankan bahwa di era sekarang, kemampuan bicara di depan umum dan kreativitas konten merupakan "senjata utama" bagi ASN Penyuluh dalam menyampaikan program pemerintah dengan pendekatan bahasa agama.

"Apa yang kita lakukan jangan hanya dikonsumsi sendiri, tapi harus mendunia melalui media sosial masing-masing. Penyuluh harus menjadi penyejuk, termasuk dalam mensosialisasikan program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Gunakan bahasa yang tidak memperkeruh suasana," pesan H. Ali Yafid.

Antusiasme peserta semakin terpacu saat Plt. Kakan Kemenag Bone, H. Muhammad Subhan, memberikan motivasi. Ia menegaskan bahwa penyuluh adalah wajah pemerintah yang harus hadir menyejukkan di tengah masyarakat.

H. Muhammad Subhan bahkan memberikan target khusus kepada para peserta terkait Edukasi Lisan, Dakwah Digital serta Target Konsistensi. "Penyuluh adalah penerang. Apapun program pemerintah, tugas penyuluh adalah meneruskannya melalui bahasa agama," tegas H. Subhan.

Ketua Panitia, Muhammad Ashar Daeng Malanre, melaporkan bahwa pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi guna memastikan materi terserap maksimal. "Pertemuan pertama hari ini diikuti perwakilan dari 14 kecamatan. Sisanya, sebanyak 13 kecamatan lainnya, akan dilanjutkan pada Rabu, 6 Mei mendatang," jelas Ashar.

Selama sesi berlangsung, para peserta tampak serius menyimak materi teknis yang dibawakan oleh narasumber Muhammad Asriady. Dengan pelatihan ini, para penyuluh di Bone diharapkan tidak hanya piawai berdakwah di atas mimbar, tetapi juga handal menjadi komunikator digital yang mampu mensukseskan program strategis Kementerian Agama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....