Peran Ganda dan Ekspektasi, Tantangan Besar Perempuan

  • 21 Apr 2026 08:09 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone – Perempuan masa kini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti peran ganda dan tingginya ekspektasi masyarakat. Tantangan tersebut tidak hanya berasal dari faktor eksternal, tetapi juga dipengaruhi oleh konstruksi sosial serta tuntutan menjalankan berbagai peran secara bersamaan.

Direktur Greenfield Language College sekaligus aktivis pendidikan, Ms. Ariani Grace, M.Pd., C.MT., CNLP, mengungkapkan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap perempuan masih menjadi tantangan utama. Perempuan dituntut untuk mampu menjalankan peran domestik sekaligus berkarier di ruang publik.

“Perempuan sering kali harus kuat di dua sisi, di rumah sebagai ibu dan istri, sekaligus di tempat kerja dengan berbagai dinamika dan tuntutan profesional,” ujarnya.

Menurutnya, peran ganda tersebut memang menjadi tantangan tersendiri, namun juga dapat menjadi ladang amal jika dijalani dengan kesadaran dan komitmen. Ia menekankan pentingnya kesiapan perempuan dalam mengambil keputusan, termasuk ketika memilih untuk berkarier sehingga ditekankan perempuan harus memiliki pendidikan.

“Ketika kita memutuskan untuk berkarier, maka kita juga harus siap dengan konsekuensinya. Tapi tidak perlu khawatir, karena setiap pilihan sudah disertai kekuatan untuk menjalaninya. Intinya sebagai perempuan kita harus cerdas untuk melewati tantangan tersebut” ungkapnya saat berbincang bersama RRI Bone dalam Bincang siang kemarin, Senin 20 April 2026.

Selain itu, Ms. Ariani menilai rasa bersalah yang kerap dirasakan perempuan juga menjadi hambatan tersendiri. Banyak perempuan merasa terbebani karena harus membagi fokus antara keluarga, diri sendiri, dan pekerjaan.

Ia pun mengingatkan agar perempuan mampu membebaskan diri dari rasa bersalah yang berlebihan serta tidak mudah terpengaruh oleh penilaian orang lain. “Kalau itu datang dari orang lain, tidak perlu terlalu didengar. Tapi kalau dari diri sendiri, itu bisa jadi bentuk refleksi,” jelas Ariani.

Di sisi lain, ia menilai perkembangan teknologi justru menjadi peluang besar bagi perempuan untuk terus berkembang. Dengan memanfaatkan teknologi, perempuan, termasuk ibu rumah tangga, tetap bisa belajar, bekerja, dan mengembangkan potensi diri dari rumah.

“Teknologi itu bukan distraksi, tapi penyeimbang. Banyak perempuan sekarang bisa bekerja secara remote, menjadi kreator, hingga membantu pekerjaan profesional lainnya tanpa harus meninggalkan rumah,” tutupnya.

Perempuan masa kini diharapkan terus memperkuat diri melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, serta kemampuan mengelola peran secara seimbang tanpa melupakan diri sendiri. Dengan dukungan lingkungan yang lebih inklusif dan pola pikir yang positif, perempuan diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus berkontribusi nyata dalam keluarga maupun masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....