Kartini Masa Kini: Perempuan, Pendidikan dan Mimpi Besar

  • 21 Apr 2026 06:25 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone – Semangat emansipasi perempuan kembali digaungkan dalam peringatan Hari Kartini, 21 April 2026. Perempuan masa kini didorong untuk terus berkembang melalui pendidikan serta berani mewujudkan mimpi besar di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis.

Direktur Greenfield Language College sekaligus aktivis pendidikan, Ms. Ariani Grace, M.Pd., C.MT., CNLP, mengatakan Hari Kartini menjadi momentum untuk menghargai kebebasan dan kesempatan yang kini dimiliki perempuan di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari perjuangan panjang Raden Ajeng Kartini.

“Ini adalah sesuatu yang patut disyukuri dan dirayakan. Kebebasan yang kita rasakan hari ini menjadi langkah awal bagi lahirnya pejuang-pejuang perempuan di masa depan,” ujarnya dalam program bincang siang RRI Bone, Senin 20 April 2026.

Ia menuturkan, pada masa lalu perempuan dengan mimpi besar kerap dipandang sebelah mata. Keinginan untuk mengenyam pendidikan maupun berkarier di berbagai bidang dianggap sebagai sesuatu yang sulit dicapai.

Namun kini, kondisi tersebut telah berubah. Perempuan memiliki akses yang lebih luas dalam pendidikan dan berbagai profesi, sehingga membuka peluang untuk berkembang sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.

“Perempuan masa kini tidak hanya bermimpi, tetapi juga berani melangkah dan mewujudkannya. Mereka hadir sebagai individu yang memiliki tujuan dan ingin memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut Kartini masa kini adalah perempuan yang mampu menyeimbangkan berbagai peran, baik sebagai individu dengan mimpi besar maupun dalam keluarga sebagai istri dan ibu. “Kartini masa kini adalah mereka yang mampu menjadi agen perubahan. Ia bisa menjadi pemimpin, pendidik, maupun penggerak yang berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara,” tutup Ariani.

Sebagai informasi, Raden Ajeng Kartini merupakan tokoh perempuan asal Jepara yang lahir pada 21 April 1879 dan dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Gagasan-gagasannya tentang pendidikan perempuan dihimpun dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, yang hingga kini terus menginspirasi perjuangan kesetaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....