Praktisi Pendidikan : Guru Harus Menjadi Fasilitator Pembelajaran untuk Survive
- 18 Apr 2026 16:34 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelegence (AI) telah terbukti dapat membantu meringankan pekerjaan manusia. Namun eksistensinya kini mulai menggeser dan menggantikan banyak peran manusia di berbagai lini kehidupan, tak terkecuali guru.
Praktisi pendidikan, Jusria Kadir, S.Sos., M.Pd. mengatakan dulu guru sangat berwibawa dan dihormati oleh muridnya, ibaratnya anak pesantren yang mendengarkan kiainya. “Tapi saat ini, guru bukan lagi satu-satunya sumber ilmu pengetahuan”, kata Jusria saat dihubungi rri.co.id, Sabtu, 18 April 2026.
Ironisnya, di zaman sekarang guru pun harus berhati-hati ketika menyampaikan sesuatu, karena bukan tidak mungkin anak-anak akan mengecek kebenaran yang disampaikan oleh guru melalui internet. “Pendidikan bukan hanya sekedar kemampuan berpikir, tapi yang paling penting adalah karakter, inilah yang akan menentukan seseorang jadi baik atau jahat”, lanjutnya.
Jusria menyampaikan bahwa selama teknologi selalu berkembang, maka pergeseran nilai ditengah masyarakat juga akan selalu terjadi. “Dan inilah mungkin yang perlu menjadi kekhawatiran kita bersama”, ungkap Kepala Sekolah SDIT Ar-Rahmah itu.
Untuk itu, dikatakan Jusria, agar tetap dibutuhkan, maka guru harus berganti peran sebagai fasilitator pembelajaran, bukan lagi hanya sekedar pengajar di kelas. “Artinya, orang boleh saja mendapatkan referensi pengetahuan itu darimana saja, tapi di kelas bisa dibantu, diarahkan atau difasilitasi gurunya untuk membentuk suatu pemahaman tentang hal yang dibahas”, ujarnya.
Disamping itu, penguatan literasi juga perlu dilakukan mulai dari rumah hingga ke sekolah. Lebih jauh dikatakan, di bidang pendidikan sendiri, pemerintah melalui kurikulum merdeka telah memperkenalkan berbagai macam literasi.
“Makanya kemampuan literasi itu memang bukan hanya sekedar bisa membaca, tapi ada literasi digital, literasi keuangan yang semua itu sudah dipersiapkan oleh pemerintah dan selanjutnya hanya memastikan saja bahwa lembaga-lembaga pendidikan melakukan itu dan sejauh apa implementasinya”, pungkas Jusria.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....