Pedagang Keluhkan Harga Ayam Tinggi Pasca Lebaran 2026

  • 30 Mar 2026 15:03 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone – Harga ayam potong di pasaran masih bertahan tinggi pasca perayaan Idul Fitri 2026. Kondisi ini dikeluhkan pedagang karena berdampak pada penjualan serta daya beli masyarakat.

Owner RPA Juleha Bone, Murtang Tathank, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut merupakan pola yang hampir terjadi setiap tahun setelah Lebaran. Menurutnya, stok ayam di kandang cenderung berkurang, sementara permintaan tetap tinggi.

Ia menjelaskan, meningkatnya kebutuhan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memengaruhi tingginya permintaan ayam. Hal ini membuat distribusi berjalan cepat tanpa memberi ruang bagi penurunan harga.

“Biasanya ayam belum sempat besar sudah diambil. Rata-rata bobotnya hanya sekitar 1,3 kilogram karena permintaan tinggi,” jelas Murtang saat dikonfirmasi rri.co.id, Senin 30 Maret 2026.

Ia menambahkan, harga di tingkat RPA Juleha untuk ayam ukuran 1,5 kilogram saat ini dijual Rp60.000, sementara ukuran 1,7 kilogram mencapai Rp65.000. Harga tersebut mencerminkan tingginya permintaan di pasaran.

“Sebelumnya, kami masih memiliki ukuran 1,6 kilogram dengan harga Rp55.000 dan 1,8 kilogram seharga Rp60.000, akan tetapi saat ini naik dari jelang lebaran sampai hari ini” ungkap Murtang.

Kondisi ini membuat pihaknya belum dapat menurunkan harga, karena pasokan yang tersedia langsung terserap pasar. Harga ayam biasanya turun saat stok di kandang melimpah dan tidak terserap.

Di sisi lain, keterbatasan jumlah kandang juga menjadi kendala. Banyak kandang terbuka tidak lagi diisi, sementara peralihan ke kandang tertutup membutuhkan biaya besar, berkisar antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar. Hal ini membuat peningkatan produksi belum dapat dilakukan secara signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....