Sedarahta, Solusi Stok Darah Aman Selama Bulan Ramadan

  • 27 Feb 2026 17:53 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Guna mengantisipasi menipisnya stok darah selama bulan suci Ramadan, Relawan Kesehatan Indonesia (REKAN Indonesia) berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bone meluncurkan aksi kemanusiaan bertajuk Sedarahta (Sedekah Darah Ramadan Setelah Tarawih). Kegiatan ini dipusatkan di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bone pada Jumat, 27 Februari 2026 malam.

Pemilihan waktu setelah salat Tarawih menjadi strategi utama penyelenggara agar masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa tetap bisa berpartisipasi tanpa mengganggu aktivitas ibadah siang hari. Ketua Panitia, Asriadi, S.Sos., M.Si., mengungkapkan bahwa penurunan jumlah pendonor adalah fenomena yang kerap terjadi setiap Ramadan. Di sisi lain, kebutuhan darah di berbagai rumah sakit tidak pernah menurun.

"Selama Ramadan biasanya terjadi penurunan jumlah pendonor, sementara kebutuhan darah di rumah sakit tetap tinggi. Karena itu kami menginisiasi donor darah setelah Tarawih agar masyarakat tetap bisa berpartisipasi," ujar Asriadi.

Asriadi menjelaskan betapa krusialnya satu kantong darah bagi dunia medis, "satu kantong darah yang didonorkan dapat membantu hingga tiga pasien sekaligus, mulai dari, Pasien prosedur operasi, Korban kecelakaan serta Penderita anemia dan Pasien dengan penyakit kronis lainnya, "tambahnya.

Berdasarkan catatan PMI, keterbatasan stok darah sering menjadi kendala di berbagai daerah saat bulan puasa. Inovasi program Sedarahta diharapkan menjadi solusi efektif untuk menjaga stabilitas persediaan darah di Kabupaten Bone.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial semakin meningkat. Selain bermanfaat bagi kesehatan pendonor, aksi ini merupakan langkah nyata dalam menyelamatkan nyawa sesama.

Lebih jauh, REKAN Indonesia berharap gerakan Sedarahta dapat menjadi inspirasi bagi komunitas maupun pemerintah daerah lain di seluruh Indonesia. Gerakan serupa dinilai sangat penting untuk mendukung ketahanan layanan kesehatan nasional, khususnya dalam menjamin ketersediaan darah sepanjang bulan suci Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....