Kebutuhan Pupuk Capai 300 Ton, Petani Bone Minta Tambahan Kuota
- 01 Jun 2026 07:48 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Memasuki musim tanam padi periode April–September, ketersediaan pupuk bersubsidi bagi para petani menjadi hal yang paling krusial. Terkait hal tersebut, Kelompok Tani Lappo Batue yang berlokasi di Desa Jaling, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, memastikan bahwa pasokan pupuk bersubsidi untuk wilayah mereka saat ini dalam kondisi aman.
Ketua Kelompok Tani Lappo Batue, Amiruddin, mengungkapkan bahwa total kebutuhan pupuk untuk kelompoknya mencapai 300 ton, yang terdiri dari jenis Phonska dan Urea. "Untuk kuota pupuk bersubsidi di kelompok kami saat ini aman. Total kebutuhan kami sekitar 300 ton untuk Phonska dan Urea," ujar Amiruddin. Minggu, 31 Mei 2026.
Meski secara umum stok dinilai aman, Amiruddin mengakui bahwa para petani sejatinya masih membutuhkan penambahan kuota, khususnya untuk pupuk jenis Phonska. Berdasarkan kondisi di tingkat pengecer, jatah untuk pupuk Phonska dirasa masih kurang jika dibandingkan dengan melimpahnya pasokan pada tahun lalu.
"Di tingkat pengecer, jatah Phonska memang agak kurang. Artinya stoknya aman untuk saat ini, tapi kalau bisa kami masih mau ada penambahan," jelasnya.
Menurut Amiruddin, dalam satu hektare lahan pertanian, idealnya membutuhkan kurang lebih 8 zak pupuk Phonska dan 8 zak pupuk Urea/NPK agar hasil panen bisa maksimal.
Untuk harga eceran resmi yang ditebus petani saat ini, pupuk jenis Phonska dibanderol seharga Rp92.000 per zak, sedangkan untuk pupuk Urea berada di angka Rp90.000 per zak.
Walaupun para petani sangat mengharapkan adanya tambahan kuota Phonska, Amiruddin menegaskan bahwa hingga saat ini anggotanya belum memilih untuk beralih menggunakan pupuk non-subsidi. Faktor harga dan ketergantungan pada pupuk subsidi menjadi alasan utama petani tetap bertahan dengan jatah yang ada sambil berharap adanya kebijakan penambahan kuota dari pemerintah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....