Ramadan Mengajarkan Ingat Tiga Hal Lupakan Dua Hal

  • 12 Mar 2026 07:55 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone – Suasana bulan suci Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan. Dalam kesempatan itu, masyarakat diajak untuk merenungkan nasihat sederhana namun mendalam, yakni mengingat tiga hal dan melupakan dua hal dalam kehidupan.

Ustadz Syahrir, S.Pd.i, mengatakan bahwa Hal pertama yang perlu diingat adalah siapa yang memberi segala nikmat dalam hidup, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setiap manusia menerima begitu banyak karunia setiap hari sehingga sudah sepatutnya tidak pernah melupakan Sang Pemberi nikmat.

"Manusia sering kali mengingat jasa orang yang menolongnya, namun terkadang lupa bahwa semua kebaikan itu pada hakikatnya berasal dari Allah. Sebagaimana firman-Nya, manusia berasal dari Allah dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya," jelas Ustadz Syahrir saat dikonfirmasi rri.co.id, Kamis 12 Maret 2026.

Lebih lanjut dikatakan untuk hal kedua yang harus selalu diingat adalah kematian yang pasti akan datang kepada setiap manusia. Kematian menjadi pengingat bahwa kelezatan dunia bersifat sementara dan tidak sepatutnya membuat manusia terlena.

"Dengan mengingat kematian, seseorang akan lebih berhati-hati dalam menjalani hidup dan memperbanyak amal kebaikan. Kesadaran ini juga menjadi pengingat agar waktu yang ada tidak disia-siakan," ungkap Ustadz Syahrir.

Dan hal ketiga yang perlu diingat adalah kebaikan orang lain kepada diri kita. Mengingat kebaikan tersebut dapat memperkuat silaturahmi serta menumbuhkan keinginan untuk membalas kebaikan dengan hal yang lebih baik.

Adapun dua hal yang sebaiknya dilupakan adalah kebaikan diri sendiri kepada orang lain serta keburukan orang lain kepada kita. Melupakan keduanya dapat menjauhkan manusia dari sifat riya, dendam, dan iri hati sehingga kehidupan menjadi lebih damai.

“Melupakan keburukan orang lain kepada kita penting agar tidak tumbuh dendam atau niat buruk untuk membalas perlakuan tersebut. Meskipun mungkin ada orang yang pernah menyakiti, melupakan hal itu akan menjaga hati kita dari emosi dan keinginan membalas keburukan, sehingga Insya Allah kehidupan kita senantiasa lebih baik dan jauh dari rasa iri maupun dengki.” Tutup Ustads Syahrir.

Rekomendasi Berita