Puasa Jauh dari Keluarga Lebih Kuat Jalani Ibadah
- 11 Mar 2026 21:47 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bone, Kuncoro Bakti Hanung Prihanto, SH, mengaku menjalani Ramadan tahun ini dengan suasana berbeda karena harus berpisah jauh dari keluarga yang berada di Pulau Jawa. Meski demikian, ia justru merasakan bahwa ibadah puasa yang dijalani di tanah perantauan memiliki makna yang lebih mendalam.
Sebagai Aparatur Sipil Negara yang kerap berpindah tempat tugas, Hanung mengaku sudah terbiasa menjalani Ramadan jauh dari keluarga. Sebelumnya ia pernah bertugas di beberapa daerah seperti Jawa Timur, Makassar, hingga Ambon sebelum akhirnya dipercaya memimpin BPN Kabupaten Bone.
Menurutnya, jarak dan perpisahan tidak seharusnya menjadi alasan untuk bersedih. Justru kondisi tersebut dapat menjadi penguat dalam menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk. “Ibadah puasa bukan menjadi halangan. Jangan sampai karena puasa kita merasa jauh dari keluarga. Meskipun secara fisik jauh, sebenarnya dari hati tetap sama,” ujarnya saat menjadi narasumber di Program Cerita Ramadan RRI Bone Rabu, 11 Maret 2026.
Ia menuturkan, menjalani sahur dan berbuka puasa sendirian di tempat tugas memang menghadirkan rasa haru tersendiri. Namun di sisi lain, pengalaman tersebut membuat dirinya merasakan kedalaman spiritual yang berbeda dibandingkan saat Ramadan bersama keluarga. “Ketika menjalani seperti ini, saya merasa hati itu lebih dalam rasanya. Ada haru, tapi di sisi lain saya merasa nilai ibadahnya justru lebih kuat,” kata Hanung.
Untuk mengobati rasa rindu kepada keluarga, Hanung tetap menjaga komunikasi secara intens melalui panggilan video. Biasanya mereka menyempatkan diri saling menyapa saat waktu berbuka puasa, meskipun terdapat perbedaan waktu sekitar satu jam antara Bone dan daerah tempat keluarganya berada.
Hanung juga menilai bahwa tantangan menjalankan ibadah di tempat tugas justru menjadi motivasi tersendiri. Ia percaya setiap kesulitan yang dihadapi dalam beribadah akan bernilai pahala yang lebih besar. “Karena tantangannya lebih besar, maka insya Allah pahalanya juga lebih besar. Yang penting jangan sampai ibadah menjadi beban, tetapi justru menjadi penguat bagi kita,” tuturnya.